Merdeka 74 Tahun, Ini Tantangan Sektor Migas Indonesia

UANG | 17 Agustus 2019 15:41 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, Tunggal menghadiri upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 di Lapangan Matak, wilayah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Natuna Ltd. Mengenakan pakaian adat berwarna ungu, Tunggal bertindak sebagai pemimpin upacara.

Kepada seluruh para peserta upacara, dia menyampaikan sambutan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan. Dia mengatakan, kemerdekaan yang dirasakan Indonesia saat ini bukan sekedar anugrah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Namun, melalui proses perjuangan panjang yang diperoleh dengan tetasan darah segenap para pahlawan bangsa.

"Para pejuang kita telah mengorbankan segala daya dan upaya melalui harta benda, pikiran bahkan nyawa demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa. Buah dari para pejuang tersebut dapat kita nikmati bersama," kata Tunggal kepada seluruh peserta upacara di Lapangan Matak, Kepulauan Riau, Sabtu (17/8).

Dia melanjutkan dalam perjalanan mengisi kemerdekaan di sektor ESDM, selalu dihadapkan pada berbagai tantangan untuk mewujudkan semangat pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yaitu sumber daya alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Berbagai tantangan tersebut, diantaranya adalah eksplorasi dan produksi migas, untuk peningkatan penemuan cadangan baru dan reserve replacement ratio (RRR), keterbatasan infrastruktur, serta belum bergairahnya hilirisasi pertambangan dan belum optimalnya pemanfaatan energi baru terbarukan.

Dalam rangka meneruskan perjuangan dan cita-cita para pahlawan, kebijakan pengelolaan energi di Indonesia yang berwujud pada kegiatan-kegiatan di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dilaksanakan dalam upaya mengamalkan sila kelima Pancasila, yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Oleh karenanya, Kementerian ESDM memfokuskan untuk mewujudkan keadilan sosial di bidang energi, melalui pengutamaan perluasan akses terhadap energi dan menjaga energi agar terjangkau. Di mana sebagian besar anggaran Kementerian ESDM dialokasikan untuk belanja infrastruktur rakyat seperti Jaringan Gas (Jargas), konverter kot LPG untuk nelayan, lampu tenaga surya hemat energi, dan sumur bor daerah sulit air.

"Sementara subsidi energi empat tahun terakhir dialihkan untuk belanja pada sektor yang lebih produktif," kata dia

Selaras dengan tema Peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-74 yakni SDM Unggul, Indonesia Jaya, tercatat pada tahun 2018, lebih dari 98 persen SDM yang bekerja di hulu migas merupakan tenaga kerja nasional. SKK Migas mengedepankan pengembangan tenaga kerja di Indonesia Timur. Salah satunya adalah dengan pelatihan magang teknisi Kilang LNG Tangguh dari anak-anak asli Papua Barat.

"Program tersebut merupakan upaya pemenuhan komitmen analisis dampak lingkungan KKKS BP Indonesia yang harus memenuhi target 85 persen pekerja Papua dan Papua Barat yang bekerja di Kilang LNG Tangguh pada tahun 2029," tandas dia.

Seperti di ketahui, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, para pemimpin di SKK Migas secara tersebar bertindak sebagai pemimpin upacara di beberapa lokasi terpilih. Menteri ESDM, Ignasius Jonan sendiri memimpin upacara perayaan di Freeport Timika Papua, sementara Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar bertugas di Rumbai Riau.

Baca juga:
Menengok Kembali Kesuksesan Indonesia Rebut Kekayaan Negeri
Pekan Depan, ESDM Pastikan Data Migas RI Bisa Diakses Online
Pemerintah Bakal Beri Amnesti untuk Kontraktor Pemegang Data Migas RI
Mulai September 2019, Iuran Badan Usaha Penyalur BBM Diturunkan
Ada Aturan Baru, Pendapatan Negara Dari Sektor Hilir Migas Terpangkas Rp 300 Miliar
Faisal Basri Kritik Menteri Jonan Soal Proyek Jaringan Gas Rumah Tangga
Pemerintah akan Tingkatkan Produksi untuk Tambal Defisit Migas

(mdk/did)