Merger Bank Syariah BUMN Hasilkan Aset Rp210 Triliun

Merger Bank Syariah BUMN Hasilkan Aset Rp210 Triliun
UANG | 21 Oktober 2020 19:29 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi menyebut bahwa potensi pengembangan bisnis syariah di Indonesia ini masih sangat besar. Bahkan, melalui penggabungan 3 bank syariah BUMN, dapat menghasilkan total aset hingga Rp210 triliun.

"Bergabungnya bank syariah- Bank Mandiri, Bank BRI Syariah dan BNI Syariah, menghasilkan total aset sekitar Rp207 sampai Rp210 triliun," kata dia dalam video konferensi, Rabu (21/10).

Dermawan mengatakan, merger merupakan langkah yang besar untuk perkembangan bank syariah, baik di kancah nasional maupun internasional. Bahkan mungkin sampai ke Timur Tengah, di mana memang potensi transaksi Syariah di sana cukup besar.

"Jadi kalau kami melihat penggabungan ini adalah satu inisiatif strategis yang bisa terus meningkatkan kinerja syariah bisnis. Tetapi juga bisa memberikan impact yang sangat positif secara konsolidasi kepada Bank Mandiri secara grup," jata dia.

Adapun penggabungan atau merger bank syariah milik BUMN ini akan digarap oleh Hery Gunadi. Rencananya, proses merger ini akan diselesaikan pada awal Februari 2021 mendatang. Selanjutnya, Hery Gunardi dikabarkan akan mengisi posisi direktur utama di bank syariah BUMN hasil merger tersebut. (mdk/idr)

Baca juga:
Tak Lagi di Bank Mandiri, Hery Gunadi akan Urus Merger Bank Syariah BUMN
Rancangan Merger Bank BUMN Syariah Rilis, Mandiri Jadi Pemegang Saham Terbesar
Merger 3 Bank BUMN Syariah Dinilai untuk Lahirkan Bank BUKU IV Baru
Erick Thohir soal Merger Bank Syariah BUMN: Ini Adalah Amanah
Merger Bank BUMN Syariah Diharapkan Bikin Keuangan Syariah Lebih Modern
Merger, Bank Syariah BUMN Siap Tawarkan Layanan Keuangan Syariah Lengkap di Satu Atap

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami