Merger Bank Syariah BUMN, Presiden Jokowi Ibaratkan Mau Bangunkan Raksasa Tidur

Merger Bank Syariah BUMN, Presiden Jokowi Ibaratkan Mau Bangunkan Raksasa Tidur
UANG | 28 Oktober 2020 16:45 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus membidik pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air. Tujuannya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat atau hub ekonomi syariah dunia.

Menurut Presiden Jokowi, industri keuangan syariah di Indonesia merupakan raksasa yang sedang tertidur. Oleh karenanya, dia ingin membangunkan raksasa tersebut, salah satunya dengan menggabungkan (merger) 3 bank syariah BUMN.

"Pemerintah memiliki concern besar untuk membangkitkan raksasa ini. Salah satunya dengan membangun bank merger bank syariah BUMN atau bank syariah terbesar di Indonesia," kata Presiden Jokowi saat membuka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 secara virtual, Rabu (28/10).

Presiden Jokowi memaparkan, seluruh aset bank syariah milik negara tersebut akan dilebur menjadi satu untuk melahirkan bank syariah raksasa. Adapun ketiga bank tersebut yakni Bank BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan Bank BNI Syariah.

"Total 3 aset bank syariah BUMN sampai semester pertama 2020 adalah Rp 214 triliun. Sebuah angka yang sangat besar," ujar Presiden Jokowi.

Baca Selanjutnya: Bank Syariah Hasil Merger Beroperasi...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami