Meski Ada Restrukturisasi, OJK Sebut Likuditas Sektor Keuangan Tetap Terganggu

Meski Ada Restrukturisasi, OJK Sebut Likuditas Sektor Keuangan Tetap Terganggu
UANG | 3 Juni 2020 15:02 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK)menemukan bahwa nasabah baik di sektor perbankan maupun non bank ada yang sudah tidak mampu lagi membayar kredit pokok maupun bunganya. Hal ini akan mempengaruhi likuiditas.

"Untuk itu baik di skema restrukturisasi maupun tidak direstrukturisasi likuiditasnya pasti terganggu," beber Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, usai Rapat Terbatas, Rabu (3/6).

OJK mencatat, sampai dengan 26 Mei, restrukturisasi kredit perbankan mencapai Rp517,2 triliun dengan total debitur sebesar 5,3 juta. Dari jumlah itu, Wimboh menyebutkan sebesar Rp450,6 triliun diantaranya berupa UMKM dengan jumlah debitur sebanyak 4,5 juta.

"Sedangkan non UMKM restrukturisasinya sudah Rp266,5 triliun untuk 780 debitur, ini baru di perbankan," ujarnya.

Sementara untuk lembaga atau perusahaan pembiayaan, per 31 Mei, telah direstrukturisasi senilai Rp75,08 triliun dengan nasabah 2,4 juta kontrak. "Sedangkan di perusahaan pembiayaan masih ada 538.000 kontrak yang masih dalam proses persetujuan," imbuh Wimboh.

1 dari 1 halaman

Apresiasi Solusi BI dan Kemenkeu

bi dan kemenkeu rev1

Maka dari itu, OJK menyambut baik berbagai skema likuiditas BI dengan penurunan giro wajib minimum (GWM) hingga quantitative easing, sehingga likuiditas dapat terjaga. "Bagi bank yang mengalami likuiditasnya mismatch bisa menjual surat utangnya, merepokan kepada BI," jelasnya.

"Khusus bank yang apabila tidak bisa memenuhi skema likuiditas yang ditentukan oleh BI, maka ada skema yang disiapkan Kemenkeu yakni likuiditas darurat melalui bank peserta," imbuhnya.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Taralite Kantongi Izin dari OJK, Dorong Layanan Pinjaman untuk UMKM
Jokowi Minta Ada Konsep Berbagi Beban dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
OJK Keluarkan 2 Kebijakan Stimulus Lanjutan Industri Keuangan Non Bank
Hingga April 2020, Sektor Jasa Keuangan Masih Stabil di Tengah Pandemi Corona
Bisakah Uang Kembali Saat Terjebak Investasi Bodong?
OJK Catat 95 Bank Telah Restrukturisasi Kredit Senilai Rp458,8 Triliun
OJK Keluarkan Kebijakan Lanjutan Relaksasi Sektor Perbankan, Ini Rinciannya

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5