Meski Ekonomi Bergejolak, Menko Luhut Klaim Kepercayaan Masyarakat Tetap Meningkat

UANG | 12 September 2019 11:40 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan perlambatan ekonomi global yang tengah terjadi merupakan indikasi bahwa ketidakpastian perekonomian dunia tidak dapat diprediksi. Hal itu dia sampaikan pada acara Peluncuran Buku Indonesia Menuju 5 Besar Dunia di Tahun 2045 di Djakarta Theatre XXI, Thamrin.

"Bagaimana dunia ini melemah terus. Saya belajar pada IMF-Worldbank tahun lalu bahwa ekonomi itu tidak bisa diramalkan dalam 1 tahun, dalam 6 bulan saja sudah bagus," tuturnya di Jakarta, Kamis (12/9).

"Dulu Direktur Pelaksana dan Ketua IMF Christine Lagarde pernah bilang bahwa ekonomi dunia sedang bagus dan tiba-tiba melemah terus," lanjut dia.

Menko Luhut menambahkan, meski keadaan ekonomi tengah tak menentu, saat ini tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah terus meningkat. "Untuk mata uang Rupiah saja dibandingkan regional itu kita lebih baik dibandingkan US Dolar. Indeks kepercayaan juga tercatat meningkat terhadap pemerintah terutama Pemerintahan Jokowi-JK," kata dia.

Menko Luhut menegaskan, pemerintah terus berupaya untuk mengerek pertumbuhan ekonomi dengan sejumlah kebijakan strategis untuk mencapai visi Indonesia 2045.

"Salah satunya mendorong percepatan investasi. Ada 4 rule of thumb investasi kita yakni harus ramah lingkungan, nilai tambah industri, mendidik tenaga kerja lokal, dan transfer teknologi," terang dia.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Menko Luhut Akui Sistem Birokrasi Indonesia Paling Panjang se-ASEAN
Cari Akar Masalah Penghambat Investasi, Jokowi Bakal Rapat Khusus 2 Hari Sekali
Presiden Jokowi ke Menteri: Saya Minta Penyelesaian Hambatan Investasi
KPPOD Temukan Daerah Belum Terapkan Izin Terintegrasi, Termasuk Jakarta dan Surabaya
Peneliti Temukan 3 Hambatan Pelaksanaan Online Single Submission
Alwi Shihab: Bupati Sudah Seperti Raja, Ketemu Saja Susah Apalagi Urus Izin
Per Agustus 2019, 19 Proyek Strategis Nasional Rp87 T Selesai Dibangun

(mdk/bim)