Meski Harganya Tinggi, Stok Beras di Pasar Dipastikan Masih Aman

Meski Harganya Tinggi, Stok Beras di Pasar Dipastikan Masih Aman
UANG | 19 Februari 2020 11:56 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso tak menampik bahwa harga beras di pasaran kini sedang tinggi. Namun, dia memastikan bahwa stok beras di pasaran tetap aman.

"Tapi sebenarnya stok beras di pasaran masih banyak. Buktinya kita suplai ke pasar-pasar masih ditolak karena dia masih kelebihan stok," ungkap dia di kantornya, Jakarta, Rabu (19/2).

"Jadi kalau demikian berarti kan berasnya aman. Karena yang ada di pasar masih banyak," tegasnya.

Saat ditanya mengapa harga jual beras tetap mahal, dia beralasan itu lantaran harga gabah simpanan yang memang tinggi. Sebagai langkah antisipasi, Bulog dikatakannya bakal mengintervensi hal tersebut.

"Nah itu karena harga gabah yang disimpan sudah mahal. Karena itu harga gabah yang lalu sekarang dijual lebih tinggi. Harga dasar gabahnya sudah naik, tapi Bulog masih harus intervensi," kata dia.

Namun, dia menyangkal isu bahwa pemerintah bakal mengimpor beras. Dia menegaskan bahwa produksi beras di Indonesia masih surplus, sehingga tak akan mendatangkan beras impor pada tahun ini.

"Sekarang kita enggak pernah impor beras. Insya Allah tahun ini tidak akan impor, bahkan kita bisa ekspor. Itu bukti bahwa kita surplus. Ini untuk kebanggaan kita, petani kita," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Serap Beras Minimal 1,7 Juta Ton Saat Panen Raya

minimal 17 juta ton saat panen raya rev2

Budi menargetkan dapat menyerap beras maksimal sebesar 1,7 juta ton pada musim panen raya padi pertama yang diprediksi terjadi pada Maret-April 2020 mendatang. Awalnya, dia memproyeksikan serapan hingga 2,7 juta ton. Namun dia buka kemungkinan penyerapan bisa di atas 2 juta ton, jika Bulog mengeluarkan cadangan beras mereka.

"Ya diinginkan 2,7 (juta ton). Tapi kan saya menghitung riil dengan kemampuan. Kalau ini enggak terserap, artinya enggak bisa keluarkan beras yang ada di kita, maka kita minimal (serap) 1,7 juta ton," ungkapnya.

"Tapi kalau bisa keluarkan beras kita yang 1,7 juta ton, kalau keluar 1 juta ton saja, ya saya bisa serap di atas 2 juta ton," imbuhnya.

Budi menyebutkan, Bulog saat ini memiliki sisa stok beras sebanyak 1,7 juta ton. Jumlah tersebut belum banyak berkurang, dan baru akan dikeluarkan bertahap untuk diekspor ke Arab Saudi.

"Sekarang bertahap saya sudah mulai ekspor ke arab. Ekspornya sekarang ini baru 500 ton awal. Untuk awal ini sudah beras packaging, beras renceng yang diminta untuk ukuran 1 kg dan 5 kg," bebernya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Gudang Hampir Penuh, Bulog Mulai Salurkan 600.000 Ton Beras Hingga Lebaran
Harga Beras di Jakarta Diperkirakan Tak Akan Naik Hingga Akhir Februari 2020
Bos Bulog Ungkap Syarat Indonesia Tak Impor Beras Tahun ini
Pastikan Ketersediaan Pasokan, Bulog Modifikasi Gudang Beras Aman dari Banjir
Pemenang Lelang Beras Turun Mutu Diputuskan Usai Natal
Penyelundupan Garuda Indonesia Sampai Kasus Jiwasraya Bikin Heboh Sepanjang 2019

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami