Meski Raih WTP, Kemenhub Belum Berhasil Raup Potensi Pendapatan Rp1 Triliun

UANG | 25 Juni 2019 19:23 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga (LKKL) tahun anggaran 2018.

Namun begitu, pemberian gelar WTP tersebut menyisakan catatan, lantaran masih ada potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Kemenhub hingga sebesar Rp1 Triliun yang belum terealisasikan.

Saat acara penyerahan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya bersyukur telah memperoleh opini WTP secara enam kali berturut-turut. Dia juga meminta bantuan BPK untuk terus mengevaluasi segala kekurangan Kemenhub.

"Saya mengapresiasi apa yang dilakukan BPK, karena fungsi BPK memeriksa dan melakukan suatu pengamatan terhadap apa-apa yang mesti dilakukan. Maka kami minta bantuan dari BPK," ujar dia di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (25/6).

Pada kesempatan sama, Anggota I BPK Agung Firman Sampurna menyampaikan, Kemenhub masih memiliki pekerjaan rumah terkait adanya potensi PNBP hingga mencapai Rp1 triliun yang belum terkumpulkan.

Uang sebesar itu berasal dari implementasi Sertifikasi Uji Tipe (SUT) dan Sertifikasi Registrasi Uji Tipe (SRUT) untuk kendaraan yang belum optimal.

"Itu (SUT dan SRUT) potensi PNBP-nya besar. Setahun bisa sampai Rp 900 miliar, bahkan Rp1 triliun," tegas dia.

Agung menilai persoalan SUT dan SRUT lepas dari perhatian Kemenhub pada tahun lalu. Oleh karenanya, ia mengimbau Kemenhub agar tak luput mengawasi satuan kerja (satker) yang bersangkutan.

"Regulasinya sudah, tapi barangkali kesiapan satker yang akan melaksanakan pemungutan perlu dicermati lagi," imbuh dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Kemenhub Minta Pemda Kucurkan APBD untuk Subsidi Program Transportasi Umum
Kemenhub Akan Terapkan Aturan Baru Ojek Online Secara Bertahap di Seluruh Indonesia
Pembangunan O-Bahn Telan Lebih Banyak Uang Dibanding BRT
IPI Ikuti Kemenhub Soal Pencabutan Izin Terbang Pilot Vincent Raditya
Perusahaan Jepang Minat Kelola Pelabuhan Patimban
Ini Kelebihan Moda Transportasi O-Bahn Dibanding Transjakarta

(mdk/idr)