Milenial Diharapkan Bisa Kerek Industri Halal di Indonesia

UANG | 15 November 2019 11:40 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi mengatakan, dari sisi makro, industri halal adalah yang paling menjanjikan untuk perkembangan ekonomi Indonesia. Sedangkan dari mikronya, populasi anak muda yang besar dapat sejalan dalam mengkerek sektor halal di tanah air ke depannya.

"Populasi muslim global tercatat meningkat setiap tahunnya. Tahun 2020 diperkirakan akan mencapai 158 juta orang. Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, segmented market ini bisa kita kerjakan agar halal industry terus dapat leading di dalam negeri," tuturnya di Jakarta Selatan, Jumat (15/11).

Dia menjelaskan, industri halal saat ini tak bisa hanya dibatasi untuk populasi muslim di dunia saja. Menurutnya, sektor halal tak hanya sebatas dengan kepercayaan agama tertentu.

"Label halal, sebagai contoh, merupakan simbol kualitas yang baik untuk suatu produk. Jadi bisa untuk muslim maupun non-muslim," ujarnya.

Adapun pihaknya menegaskan, BI akan terus mengembangkan industri halal dengan membina kerja sama secara nasional maupun internasional untuk membangun sektor halal lebih mengglobal.

1 dari 1 halaman

5 Strategi Pengembangan Industri Halal

BI telah menyiapkan 5 strategi untuk mendorong industri halal di Indonesia. Di antaranya, Competitiveness (daya saing), Certification (sertifikasi), Coordination (koordinasi), Campaign (publikasi) dan Corporation (kerja sama).

"Implementasi lima jurus tersebut dapat menjadi kunci untuk menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai pasar tetapi juga sebagai basis produksi industri halal global," kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

Dia menjelaskan, Competitiveness (daya saing) dapat dilakukan melalui pemetaan sektor-sektor potensial yang dapat dikembangkan, seperti sektor makanan dan minuman, fashion, wisata, dan ekonomi digital. Sementara itu, Certification (sertifikasi) diperlukan untuk memperluas akses pasar.

"Oleh karena itu, para pengambil kebijakan dan pelaku perlu bersama mendorong agar barang dan jasa yang dihasilkan memperoleh sertifikasi halal," ujarnya.

Kemudian Coordination (koordinasi) dan sinergi kebijakan dan program antara pemerintah, Bank Indonesia dan lembaga terkait diperlukan untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Adapun Campaign (Promosi) diperlukan untuk memperkenalkan kepada publik bahwa gaya hidup halal bersifat universal, tidak hanya untuk muslim, namun juga untuk non muslim.

"Dan yang terakhir, Corporation (kerja sama) antara pemangku kepentingan industri halal nasional dan internasional adalah juga prasyarat untuk membangun dan mengembangkan industri halal global," tutupnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Taspen Bentuk Unit Investasi Syariah Januari 2020
Indonesia akan Belajar dari Malaysia Soal Pengelolaan Keuangan Syariah
Banyak Peminat, Industri Makanan Halal Punya Potensi Paling Besar
5 Strategi Dorong Perkembangan Industri Halal di Indonesia
Percepat Pertumbuhan Keuangan Ekonomi Syariah, Ini Rekomendasi Bos BI
Bos BI: Teknologi Digital Bisa Percepat Keuangan Syariah