Telah Tersertifikasi, Insinyur Indonesia Siap Serbu Pasar ASEAN

UANG | 11 September 2019 11:48 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyatakan insinyur asal Indonesia yang telah tersertifikasi oleh ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) kini bisa bekerja di negara Asia Tenggara lain.

Dia mengatakan, insinyur yang sudah memegang sertifikat tersebut berarti sudah mendapat pengakuan kompetensi dan remunerasi. Secara status, profesi yang diembannya juga telah setara dengan insinyur dari negara ASEAN lain.

"Jadi lulusan insinyur Indonesia yang sudah certified sebagai insinyur berdasarkan undang-undang keinsinyuran yang sudah ada, itu kerja di mana saja sudah diakui," ungkap Menteri Basuki di sela-sela Konferensi Organisasi Insinyur se-ASEAN (Cafeo37) di Jakarta International-Expo (JIExpo) Kemayoran, Rabu (11/9).

"Misalnya, insinyur Indonesia kerja di Filipina, remunerasinya sudah di remunerasi Asean, bukan Indonesia lagi. Semua sudah ada standarnya," dia menambahkan.

Untuk saat ini, dia menyebutkan, pemerintah masih menghimpun database berapa jumlah insinyur asal Tanah Air yang telah tersertifikasi. Demi meraih titel tersebut, lanjutnya, para akademisi yang bergelut di bidang teknik harus menempuh jalur pendidikan lagi untuk menjadi insinyur.

"Jadi S.T, sarjana teknik itu harus menempuh lagi pendidikan untuk menjadi insinyur. Jadi kayak (gelar) doktor, begitu sudah diwisuda doktor belum jadi doktor. Dia baru sarjana kesehatan. 2 tahun lagi koas, baru dia dilantik sebagai doktor," tuturnya.

"Termasuk nanti yang vokasi-vokasi, politeknik, dia mendapat training lagi untuk menjadi insinyur profesional. Kalau itu sudah ada, sudah didapat, maka dia berlaku (sertifikasinya) terutama di ASEAN," dia menandaskan.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Presiden Jokowi Ingatkan Sinergi Antar Negara ASEAN Tangkal Dampak Krisis Global
Integrasi Infrastruktur Kunci Agar Investasi Asing Tak Jauhi RI
Siap Beri Rekomendasi, Persatuan Insinyur Tak Mau Ibu Kota Baru jadi Jakarta Kedua
Jokowi Dapat Penghargaan Tertinggi Organisasi Insinyur se-ASEAN
Wapres JK Ingin Insinyur Lokal Ikut Andil Bangun Infrastruktur RI
Profesi Insinyur di Indonesia Sangat Penting di Era Milenial
Menteri Basuki dorong insinyur temukan inovasi untuk teknik sosrobahu

(mdk/bim)