Miliuner Warren Buffett Sebut Perang Dagang Berdampak Buruk Bagi Dunia

UANG | 13 Mei 2019 08:17 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Miliuner yang saat ini berusia 88 tahun, Warren Buffett mengakui bahwa perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China akan memperburuk keadaan dunia.

Seperti dilansir dari laman Reuters, Buffett berbicara hal ini setelah Presiden AS, Donald Trump menyatakan menaikkan tarif impor China yang semula hanya 10 persen menjadi 25 persen.

Hal ini membuat pasar saham utama di seluruh dunia jatuh. Buffett pun mengatakan ini hal yang wajar.

Pemilik Berkshire Hathaway Inc ini telah berinvestasi di banyak perusahaan yang melakukan bisnis di China termasuk Apple Inc, dengan nilai saham lebih dari USD 50 miliar. Investasi lain adalah pada pembuat mobil listrik China BYD Co.

"Perang dagang akan berdampak buruk bagi seluruh dunia," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Berkshire Charlie Munger mengatakan apa yang dilakukan Trump sebenarnya bukan hal yang gila karena menginginkan tarif yang lebih tinggi pada beberapa barang. Sama halnya dengan Buffett, Munger juga mengatakan perang dagang ini sangatlah buruk.

Meskipun ada kekhawatiran, namun Buffett mengatakan jika AS dan China bakal menjadi negara adidaya dunia untuk 100 tahun ke depan dan akan selalu memiliki ketegangan seperti ini.

Perang dagang ini tidak akan mempengaruhi Berkshire yang berbasis di Omaha, menurut Buffett. Perusahaan ini memiliki lebih dari 90 cabang perusahaan termasuk utilitas, pembuat bagian industri dan bahan kimia, asuransi mobil Geico dan es krim Dairy Queen. Di akhir Maret, jumlah investasi Berkshire mencapai USD 191,8 miliar.

"Kami akan membeli saham yang sama hari ini seperti minggu lalu, dan kami akan sangat bahagia jika China akan menyatakan minatnya untuk transaksi Berkshire," ungkapnya.

Buffett menambahkan jika pembicaraan yang sulit sebelum negosiasi perdagangan dapat dimengerti. Dia juga mengatakan tarif yang direncanakan Trump ini akan memperparah hubungan dengan pemimpin China, Xi Jinping.

Namun, Buffett berpendapat jika hal ini sangat biasa dan wajar terjadi, mengingat akan ada dua sudut pandang dari dua pemimpin negara yang berbeda dan tentulah ini akan menjadi sangat rumit.

Sementara itu, kepala eksekutif unit Berksihre's Brooks Running mengatakan perusahaannya telah mengakhiri sebagian besar produksi sepatunya di China dan memindahkan proyek ini ke Vietnam karena masalah tarif.

Buffett mengatakan AS perlu meningkatkan hubungan perdagangannya dengan Kanada dan Meksiko.

Reporter: Ayu Lestari Wahyu Puranidhi

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Kritik Trump, Warren Buffet Tegaskan Perang Dagang Buruk Bagi Ekonomi Dunia
IMF: Perang Dagang AS - China Jadi Ancam Ekonomi Global
LPEI Ajak Eksportir Curi Peluang dari Perang Dagang AS - China
Ekonomi Global Melambat Jika Perang Dagang AS-China Memanas
Imbas Ancaman Kenaikan Tarif Produk oleh AS, China Siapkan Pembalasan
Rupiah Diprediksi Melemah Seiring Memanasnya Perang Dagang AS-China

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.