Mimpi dan Realita dalam Meraih Kesuksesan

UANG | 2 Oktober 2019 08:00 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Sebagian orang sangat percaya pada mimpi-mimpinya, namun sebagian justru lebih realistik. Bagi Ray Dalio, seseorang membutuhkan keduanya untuk menjadi sukses. Menurutnya, semua pemimpi membutuhkan dosis realisme yang sehat untuk membantu mereka mencapai impian mereka.

"Menjadi hyperrealistic akan membantu Anda memilih impian Anda dengan bijak dan kemudian mencapainya," tulis Dalio dalam sebuah posting di Facebook, dilansir CNBC Make It.

Dalio adalah pendiri hedge fund terbesar di dunia, Bridgewater Associates, yang mengelola aset sekitar USD 160 miliar atau Rp 2,27 triliun.

Dalam postingannya, dia mengatakan pentingnya menyeimbangkan realisme dan idealisme dengan mengejar impian Anda sembari bersikap serealistis mungkin tentang cara terbaik untuk mencapainya.

"Memahami, menerima, dan bekerja dengan kenyataan adalah praktis dan indah. Saya telah menjadi sangat hiperrealis sehingga saya telah belajar untuk menghargai keindahan semua realitas, bahkan yang keras, dan telah menghina idealisme yang tidak praktis."

Meski demikian, dia sangat menentang idealisme yang tidak praktis. Di mana orang-orang itu lebih cenderung menghabiskan lebih banyak waktu melamun tentang kesuksesan daripada benar-benar bekerja untuk mencapai tujuan mereka.

Artikel 2018 Psychology Today mencatat bahwa bermimpi tentang kesuksesan lebih efektif ketika seseorang juga membayangkan hambatan realistis yang akan mereka hadapi di jalan menuju impian mereka.

"Pengejaran tujuan yang berhasil membutuhkan mencari tahu keinginan mana yang diinginkan dan layak dan mana yang harus dilepaskan," kata seorang profesor emeritus di University of Illinois di Springfield, Shahram Heshmat dalam artikel tersebut.

Dalio bukan satu-satunya miliarder yang percaya bahwa kesuksesan memerlukan campuran idealisme dan kepraktisan. Pada tahun 2016, CEO Apple, Tim Cook membahas karakteristik yang dia cari pada karyawan Apple.

"Kami mencari orang yang tidak akan menerima status quo, orang yang tidak puas dengan keadaannya, yang benar-benar ingin mengubah dunia dan menempatkan diri mereka untuk melakukannya," kata Cook saat itu.

Pada saat yang sama, Cook menambahkan bahwa Apple mencari karyawan yang pintar fasik dan memiliki tekad. Dengan kata lain, kemampuan untuk bermimpi tentang mengubah dunia sangat penting untuk kesuksesan di raksasa teknologi, tetapi begitu juga kemampuan untuk bertahan dan mulai bekerja untuk mencapai tujuan tersebut. (mdk/azz)

Baca juga:
Berikut Cara Jitu Jadi Kaya Lewat Youtube
Tips Karir, 6 Kualitas Diri Tanda Anda Siap Duduk Sebagai Pimpinan
Intip Tips Sukses Berbisnis Jastip yang Tengah Naik Daun
Tips Usaha Jastip agar Barang Belanjaan Tak Disita Bea Cukai
Lakukan 4 Hal Ini Agar Kinerja Anda Meningkat
Jeff Bezos Bagikan Tips dan Sikap yang Harus Dimiliki Saat Putuskan Mulai Bisnis

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.