Minimalisir Dampak Diskriminasi Eropa, Asosiasi Dukung Implementasi B30

UANG | 25 Maret 2019 15:45 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mendukung program pencampuran minyak sawit mentah (CPO) dengan BBM sebesar 30 persen (B30) yang ditargetkan di tahun ini. Program tersebut dinilai akan menyerap lebih banyak hasil perkebunan sawit para petani lokal dan memperkecil dampak dari kampanye hitam yang gencar dilakukan oleh Uni Eropa terhadap produk CPO Indonesia.

Ketua Apkasindo, Alfian mengatakan, saat ini dari sekitar 14 juta ton sawit dan produk turunnya yang dihasilkan di Indonesia, 41 persennya berasal dari petani. Sedangkan sisanya yaitu merupakan hasil perusahaan kelapa sawit (PKS) skala besar.

"Produksi dari 14 juta ton, itu 41 persennya punya petani," ujar dia di Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (25/3).

Mengingat besarnya sawit hasil produksi petani, Apkasindo mendukung penuh program B30 yang ditargetkan bergulir tahun ini. Bahkan petani juga berharap program ini bisa segera masuk ke B100.

"Sangat bagus. Kita mendukung penuh program tersebut. Karena kalau itu sudah jalan akan meningkatkan volume permintaan CPO, otomatis harga yang karena ada kampanye hitam dari uni eropa, ini akan tertolong. Harapannya kami ke B100, supaya konsumsi kami di dalam negeri cukup, kita tidak perlu ekspor lagi‎," kata dia.

Sementara itu terkait dengan kampanye hitam Uni Eropa terhadap CPO Indonesia, lanjut Alfian, sejauh ini masih belum terasa dampaknya bagi petani. Namun, jika pencampuran CPO dengan BBM konsisten dilaksanakan oleh pemerintah, maka tidak perlu ada kekhawatiran kampanye hitam ini.

"Dampak ada tapi kecil, kami tidak memikirkan masalah-masalah tersebut selagi pemerintah bersama kita. Pemerintah mempunyai program-program, baik itu B20, ditingkatkan menjadi B50. Kita juga akan mendorong pemerintah untuk mencari pangsa pasar yang baru. Eropa kan kecil sekali pangsa pasarnya, yang besar itu ke China, India, Timur Tengah. Kita cari terus. Yang penting kita bisa tumbuh dan berkembang," tandas dia.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Perlawanan RI Terhadap Kampanye Hitam Sawit Masuk Tahap Litigasi
Pemerintah Curiga Diskriminasi Sawit Akal-Akalan Eropa Atasi Defisit Perdagangan
Pemerintah Siap Gugat Diskriminasi Sawit RI oleh Eropa Lewat WTO dan Arbitrase
Petani Minta Pemerintah Mampu Dorong Harga Sawit Rp 1.500 per Kg
Buntut Kasus Kelapa Sawit, Menko Luhut Serius Akan Boikot Produk Eropa di Indonesia
Buntut Diskriminasi Kelapa Sawit, Wapres JK Dukung Boikot Produk Uni Eropa

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.