Minyak Dunia Turun, Pemerintah Seharusnya Bisa Tunda Kenaikan Harga BBM

Minyak Dunia Turun, Pemerintah Seharusnya Bisa Tunda Kenaikan Harga BBM
Petugas SPBU Jelang Harga BBM Naik. ©2022 Merdeka.com
EKONOMI | 4 September 2022 10:33 Reporter : Siti Ayu Rachma

Merdeka.com - Pemerintah resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kemarin, Sabtu (3/9) pukul 14.30. kenaikan harga BBM ini dinilai akan langsung disusul kenaikan berbagai harga komoditas lainnya.

Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute Achmad Nur Hidayat mengatakan, langkah pemerintah ini belum tepat, karena masyarakat masih berada di bawah himpitan ekonomi yang sulit dan daya beli yang masih sangat rendah.

"Pemerintah dengan teganya justru menaikkan harga BBM. Padahal kondisi saat ini di mana harga minyak dunia sedang turun mestinya pemerintah masih dapat menunda kenaikan harga BBM ini," ujar Achmad, Jakarta, Minggu (4/9).

Menurutnya, dari kenaikan ini juga akan berdampak kepada Indonesia yang akan terancam oleh stagflasI. Kenaikan berbagai hara tidak diikuti oleh kesempatan kerja bahkan terdampak potensi PHK besar besaran karena pabrik juga akan keberatan menghadapi dampak dari kenaikan harga BBM.

"Bantalan sosial yang digelontorkan sebesar Rp 24,17 triliun tidak akan sebanding dengan tingkat risiko yang ditanggung atas kebijakan kenaikan harga BBM. Seharusnya pemerintah mau cari cara lain seperti memperbesar defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sehingga rakyat tidak perlu menanggung risiko ekonomi berta akibat kenaikan BBM ini" terang dia. (mdk/azz)

Baca juga:
BBM Naik, Kelakuan 2 Pemotor Wanita di SPBU ini Jadi Sorotan 'Entah Siapa yang Salah'
Zaman SBY Galak Tolak Kenaikan BBM, Era Jokowi PDIP 'Maklum' Pemerintah Lagi Susah
Modifikasi Tangki Kendaraan untuk Timbun Solar, 2 Warga Aceh Timur Ditangkap
Harga BBM Naik, Jokowi Sudah 8 Kali Ubah Harga Sejak Pertama Jadi Presiden
Mensos: BLT BBM Siap Disalurkan kepada 18,4 Juta Penerima
Erick Thohir Telepon Direksi Pertamina: Siaga untuk Tiga Hari ke Depan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini