Misi Jokowi Pagi Sampai Siang Satukan Amerika dan China

UANG | 28 November 2018 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Hubungan Amerika Serikat dan China sedang memanas. Kedua negara ini sedang mengalami perang ekonomi. Dampaknya tentu ke seluruh negara berkembang, termasuk Indonesia. Presiden Joko Widodo atau Jokowi sampai turun tangan.

Beberapa negara dan Indonesia membantu AS dan China menjembatani perundingan, agar konflik mereda. Berikut cara Jokowi untuk meredakan ketegangan perang dagang Amerika dan China:

1 dari 5 halaman

AS melindungi ekonomi negaranya

Donald Trump dalam sidang PBB. ©2018 Merdeka.com

Konflik kedua negara ini dipicu dari kebijakan Presiden AS Donald Trump yang memberlakukan tarif pada produk-produk impor China senilai USD 34 miliar. Jika China membalas perlakuan AS, maka AS akan menaikkan tarif sebesar USD 500 miliar.

AS sengaja membuat aturan impor untuk China, karena merasa dirugikan akibat defisit perdagangan dan kerugian penyalahgunaan kekayaan intelektual oleh China.

2 dari 5 halaman

China membalas perbuatan AS

Donald Trump bertemu Xi Jinping. ©REUTERS/Carlos Barria

Tak tinggal diam, China juga membalas AS dengan mengenakan tarif atas barang impor AS senilai USD 60 miliar. Keputusan China membalas kembali serangan AS malah menambah prospek ketegangan dalam perang dagang. Pihak China sempat ingin melakukan perundingan dengan AS, namun tak terjadi.

3 dari 5 halaman

Dampak Perekonomian Global

Saham turun. shutterstock

Konflik ekonomi AS dan China berdampak pada pelemahan ekonomi global. Pakar Inovasi Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Fithra Faishal Hastadi mengatakan akibat dari kedua negara tersebut setidaknya bisa berdampak ke pertumbuhan ekonomi dunia hingga 0,8 persen. Sementara target dari International Monetary Fund (IMF) sendiri sebesar 3,9 persen pada pertumbuhan ekonomi dunia.

Tapi imbas ke Indonesia tak terlalu besar. Menurutnya, imbas perang dagang AS dan China bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 0,1 persen saja.

4 dari 5 halaman

Imbas Perang Dagang

perang dagang. ©2018 liputan6.com

Jokowi mengingatkan kepada dunia mengenai risiko gejolak ekonomi global yang disebabkan oleh perang dagang. Bahkan Jokowi mengibaratkan perang dagang itu dengan serial Game of Thrones. Di mana para negara-negara besar tengah sibuk berperang tanpa memikirkan risiko yang terjadi dari perang itu.

Jokowi memandang tidak ada keuntungan dari setiap peperangan. Kerusakan akan tetap terjadi terlepas pada akhirnya ada salah satu pihak yang memenangkan sebuah perang. Maka dari itu, Presiden Jokowi menitipkan pesan kepada dunia untuk saling bekerja sama dalam menjaga kelangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat dunia daripada hanya mencari kemenangan semata.

5 dari 5 halaman

Upaya Penjembatan Perundingan AS dan China

Xi Jinping sambut Donald Trump di Balai Agung Rakyat. ©REUTERS

Indonesia bersama negara lainnya juga berupaya menjembatani perundingan AS dan China, agar perang dagang mereda. Upaya itu dilakukan saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Port Foressby Papua Nugini. Jokowi yang hadir saat itu, turut serta membantu menjembatani perundingan.

Upaya ini dilakukan dari siang hingga malam. Namun gagal. Kegagalan itu disebabkan oleh perbedaan pandangan antara AS dan China memang sangat besar.

"Indonesia saat itu mencoba dari pagi sampai siang menjembatani. Sana sini ngelompok, tapi sampai pukul 14.30 gagal. Mungkin sudah baca beritanya, pertama kali dalam 29 tahun APEC gagal menghasilkan communicate. Tapi itu faktanya," kata Jokowi. (mdk/has)

Baca juga:
Jokowi Dibisiki Pengusaha: Banyak Pabrik Dari Luar Negeri Ingin Pindah ke Indonesia
Presiden Jokowi Gagal Bikin AS-China Rujuk
Ada Perang Dagang AS-China, Momentum Ekspor dan Investasi Indonesia Raup Untung
Di Pameran ICEE, Indonesia Coba Curi Peluang Dari Perang Dagang AS - China
Ini Alasan Pemerintah Perluas Cakupan Paket Kebijakan Ekonomi XVI
KTT APEC Gagal Hasilkan Kesepakatan, Ini Alasannya