Moeldoko: Produktivitas Sawit Rakyat Kalah Jauh Dibandingkan Perusahaan Swasta

Moeldoko: Produktivitas Sawit Rakyat Kalah Jauh Dibandingkan Perusahaan Swasta
Kelapa Sawit. Abdul Sani ©2022 Merdeka.com
EKONOMI | 21 Juli 2022 15:38 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Produktivitas perkebunan sawit rakyat saat ini masih tertinggal jauh dari perkebunan sawit milik perusahaan swasta. Kondisi ini bahkan telah terjadi dalam satu dekade ke belakang.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko menyampaikan bahwa terjadi pelebaran gap atau kesenjangan jumlah produktivitas dari keduanya. Bahkan, beberapa tahun terakhir mengalami pelebaran yang lebih tinggi.

"Ada stagnasi dan rendahnya produktivitas, meski perannya cukup signifikan dari produksi dan kepemilikan rakyat. Tapi produktivitasnya masih rendah dibandingkan PBS (Perkebunan Besar Swasta)," ungkapnya dalam webinar Kondisi Perdagangan Kelapa Sawit Nusantara, Kamis (21/7)..

Menurut data yang ditampilkan Moeldoko, pada 2010 angka produktivitas perkebunan rakyat sebanyak 2,5 juta ton per hektare. Sementara, perkebunan besar swasta tercatat sebanyak 2,99 juta ton per hektare.

Namun, pada 2021, produktivitas dari perkebunan rarkyat masih bertahan di 2,75 ton per hektare. Sedangkan perkebunan besar swasta meningkat hingga 3,84 juta ton per hektare.

"Stagnasi ini menjadi persoalan kritikal, mengingat perkebunan rakyat dalam produksi CPO nasional cukup tinggi. Saya mengingatkan, jangan sampai ini semakin turun dan semakin turun, gak ada alasan apapun, tapi kita harus tetap waspada," terangnya.

2 dari 2 halaman

Kontribusi Perkebunan Sawit 2021

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia itu juga membeberkan data soal tingkat kontribusi perkebunan sawit di Indonesia. Setidaknya, ada tiga jenis perkebunan kelapa sawit, yakni perkebunan besar swasta, perkebunan rakyat, dan perkebunan negara. Perkebunan swasta berkontribusi paling besar dengan 30,7 juta ton atau setara 61,8 persen dari total produksi nasional.

Sedangkan, produksi CPO oleh perkebunan rakyat berkontribusi sebesar 16,7 juta ton atau setara 33,7 persen dari total produksi. Serta, perkebunan negara hanya menyumbang sisanya 4,4 persen dari total produksi.

"Dari struktur kepemilikan lahan, total lahan yang dimiliki perkebunan rakyat sangat signifikan, yaitu seluas 6 juta hektare atau setara 40 persen dari total luas lahan 15 juta hektare,” ujarnya.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Airlangga Nilai Indonesia dan Malaysia Kunci Ketersediaan Minyak Sawit di Dunia
Indonesia-Malaysia Sepakat Tingkatkan Pemanfaatan Minyak Sawit di Uni Eropa
Harga Sawit Merosot, Petani: Pusinglah Kebun Jadi Semak, Susu Anak tak Terbeli
Minyak Makan Merah Sudah Dicetuskan Pengusaha Sawit Sejak 2010
Keputusan Pemerintah Hapus Pungutan Ekspor CPO Tak Bisa Dongkrak Harga TBS, Benarkah?
Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Ditargetkan Naik Jadi Rp2.400 per Kg

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini