MTI Minta Pemerintah Lindungi Transportasi Umum Saat Masa New Normal

MTI Minta Pemerintah Lindungi Transportasi Umum Saat Masa New Normal
Terminal Bus Kampung Rambutan. ©2012 Merdeka.com/dok
UANG | 21 Mei 2020 21:40 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Harya S. Dillon, mulai meraba bagaimana nasib angkutan umum perkotaan setelah pandemi. Sebab, dalam normal baru (new normal) nantinya, ada beberapa hal yang mengindikasikan perubahan pola perilaku penumpang.

"Setelah pandemi usai bagaimana nasib angkutan umum perkotaan, karena setelah ini kita harus fokus Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," kata dia dalam video konferensi MTI, Kamis (21/5).

Situasi dalam implementasi normal baru ini tentu mempengaruhi kebiasaan penumpang, utamanya transportasi umum. "Kita lihat angkutan umum dalam kota ini terpukul dua kali, karena pertama pemasukan berkurang, tapi juga pengeluaran bertambah karena harus membeli peralatan seperti hand sanitizer, termometer dan seterusnya," ujar Harya.

Sementara, ruang fiskal Pemda juga tertekan karena pemasukan dari pajak daerah berkurang. "Nah ini kalau sampai terjadi pemotongan subsidi, yang saya khawatirkan adalah ini berdampak jangka panjang," sambungnya.

"Jadi ketika penumpang sudah kapok naik angkutan umum yang pelayanannya buruk, dia akan beralih ke kendaraan pribadi dan akan sangat sulit untuk membawa mereka kembali mempercayai kendaraan umum," kata dia.

Sehingga perlu juga dipikirkan upaya agar masyarakat tetap merasa aman dan nyaman dalam menggunakan moda transportasi umum dalam normal baru nantinya.

Baca Selanjutnya: Kemenhub Soal Dampak Virus Corona:...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami