Mudik Dilarang, Pemerintah Ajak Belanja Online untuk Keluarga di Kampung Halaman

Mudik Dilarang, Pemerintah Ajak Belanja Online untuk Keluarga di Kampung Halaman
5 Produk Paling Laris di E-commerce yang Bisa Dijadikan Ide Bisnis. ©Shutterstock
EKONOMI | 11 Mei 2021 19:54 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga meminta, kepada masyarakat agar tetap mematuhi kebijakan larangan mudik Lebaran di tahun ini. Sebagai gantinya, masyarakat bisa membelikan bingkisan tanda mata kepada keluarga di kampung melalui marketplace dan berbagai jenis e-commerce lainnya.

"Ini pilihan yang yang tidak kita sukai mengingat mudik sudah jadi budaya kita. Tapi demi kebaikan Bersama kita tahan dulu agar tidak mudik. Sebagai gantinya, kita bisa berikan tanda mata dan bentuk silaturahmi ke keluarga melalui belanja online atau bentuk lainnya," jelas Jerry kepada wartawan, Selasa (11/5).

Pemerintah memang sedang giat mendorong belanja online dengan memberikan insentif untuk subsidi ongkos kirim sebesar Rp500 miliar. Dengan cara itu, diharapkan kegiatan ekonomi terus berjalan tetapi meminimalkan interaksi dan kerumunan di tempat-tempat perdagangan konvensional.

Dia menekankan bahwa perdagangan online saat ini sudah makin meluas dan dilakukan oleh banyak sekali pelaku UMKM. Karena itu, dengan menggalakkan belanja online di Idulfitri diharapkan akan membangkitkan ekonomi masyarakat juga.

"Pada musim hari Raya seperti ini biasanya terjadi transfer uang dari kota ke desa, dari pusat ke daerah. Kalau kita tidak bisa mudik, kita tetap bisa mendorong transfer keuangan ini dengan belanja produk-produk daerah," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Selanjutnya...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami