Mulai 18 Februari, Investor Pantau Portofolio Investasi Reksadana di AKSes KSEI

Mulai 18 Februari, Investor Pantau Portofolio Investasi Reksadana di AKSes KSEI
investasi. shutterstock
EKONOMI | 4 Februari 2021 13:09 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sistem Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) yang diluncurkan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dinilai akan mempermudah investor Reksadana untuk mengatur laporan transaksi secara elektronik. Aturan mengenai penggunaan sistem AKSes KSEI ini mulai berlaku pada 18 Februari 2021.

Pemberlakukan AKSes KSEI ini sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Edaran Nomor 1/SEOJK.04/2020 tanggal 17 Februari 2020 tentang Tata Cara Penyampaian Surat atau Bukti Konfirmasi dan Pelaporan Berkala Reksa Dana Secara Elektronik Melalui Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu, yang mengatur bahwa laporan transaksi investor Reksadana dilakukan secara elektronik melalui sistem AKSes KSEI.

Aturan tersebut berlaku 12 bulan sejak diterbitkannya Surat Edaran, atau dengan kata lain akan mulai berlaku 18 Februari 2021. Laporan transaksi Reksadana yang dimaksud adalah Surat Konfirmasi Subscription, Redemption, dan Switching, serta laporan bulanan.

"Keuntungannya banyak sekali untuk investor. Biasanya mereka menunggu laporan tiap bulan, dengan sistem elektronik ini mereka bisa setiap saat monitoring investasinya," jelas Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI), Prihatmo Hari Mulyanto, dalam konferensi pers virtual pada Kamis (4/2).

Investor dapat memantau secara langsung kepemilikan Reksadana melalui fasilitas AKSes KSEI secara online, sehingga meningkatkan transparansi dan perlindungan terhadap investor pasar modal Indonesia. Investor bisa melihat portofolio investasi pasar modal secara terintegrasi untuk saham, obligasi maupun reksadana melalui sistem tersebut yang tersedia melalui website dan aplikasi mobile.

2 dari 2 halaman

AKSes KSEI telah tersedia sejak 2009 dan dikembangkan versi terbarunya pada 2019 dengan tambahan berbagai fitur baru. Berdasarkan peraturan OJK, kata Prihatmo, maka bank kustodian akan menghentikan pengiriman laporan reksadana menggunakan cetakan atau hard copy dan email.

"Kalau berdasarkan SE OJK, nanti larinya ke sana semua ke AKSes. Kita juga menghormati soal POJK mengenai perlindungan konsumen, kalau investor tidak setuju terhadap satu fitur bisa memberitahukan kepada selling agent maupun manajer investasi," tuturnya.

Adapun untuk dapat menggunakan AKSes KSEI, investor Reksadana harus melakukan registrasi terlebih dahulu ke AKSes KSEI dengan langkah sebagai berikut :

a. Masuk ke laman website AKSes KSEI (https://akses.ksei.co.id)
b. Masuk ke menu Daftar
c. Pilih tipe investor (Individu lokal/ Individu asing/ Institusi)
d. Masukan data-data pribadi, seperti nama, Nomor Induk Kependudukan, alamat email dan nomor handphone yang masih aktif dan terdaftar pada partisipan KSEI tempat investor membuka rekening efek
e. Lalu ikuti petunjuk berikutnya untuk melakukan aktivasi username dan password

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
4 Jenis Reksadana yang Wajib Diketahui Sebelum Berinvestasi
Memahami Reksadana dengan Filosofi Rujak Buah
Tingkatkan Kualitas Tampilan, Laman Mandiri Sekuritas Beri Kemudahan Investasi Daring
Cara Investasi Reksadana bagi Pemula, Mudah dan Menguntungkan
Jelang Idul Adha, Simak Strategi Menyiapkan Dana Kurban Dalam Dua Bulan
4 Tips Tetap Hasilkan Uang Tambahan Sembari Rebahan di Tengah Pandemi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami