Multitasking Bukan Berarti Anda Produktif, Ini Alasannya

UANG | 19 Juni 2019 07:00 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Anda pasti sering mendengar istilah 'multitasking'. Seseorang yang multitasking berarti dapat mengerjakan banyak hal bersamaan. Biasanya orang-orang yang multitasking dianggap hebat karena mampu mengerjakan banyak hal secara bersamaan.

Multitasking biasanya dilakukan ketika seseorang memiliki banyak pekerjaan penting yang sifatnya urgent, kebanyakan orang multitasking karena tuntutan pekerjaan dan waktu.

Sayangnya, multitasking belum tentu menandakan orang itu produktif. Berikut alasan orang-orang yang multitasking berarti tidak produktif, dikutip laman JobStreet.

1 dari 4 halaman

Tidak fokus

Multitasking memaksa seseorang untuk mengerjakan banyak hal dalam waktu yang sama. Jadi bisa dibayangkan konsentrasinya akan sering terpecah, sehingga waktu yang ada tidak terpakai secara efisien.

Mengerjakan banyak pekerjaan bersamaan akan terlihat cepat, namun hasilnya tidak akan sebagus orang yang fokus mengerjakan satu per satu. Mengerjakan banyak hal sekaligus hanya dapat membuat Anda jenuh yang berlebihan, dan dapat mempengaruhi kesehatan mental Anda.

2 dari 4 halaman

Akan Sering Terjadi Kesalahan

Pikiran Anda terbagi pada beberapa urusan, sehingga wajar saja Anda bisa salah. Otak Anda dibuat bekerja bolak balik antara satu pekerjaan dengan lainnya, sehingga ketika Anda tidak fokus, bisa saja Anda tertukar antara satu pekerjaan dengan lainnya. Sehingga, multitasker sangat rentan terhadap kesalahan.

3 dari 4 halaman

Monoton

Anda tidak akan sempat untuk memikirkan hal lain, karena otak Anda sudah terpaku pada banyak pekerjaan-pekerjaan. Sehingga, Anda jarang sekali memikirkan inovasi-inovasi baru, jadi biasanya seorang multitasker kurang kreatif dalam mengerjakan sesuatu dan menghasilkan sesuatu yang monoton. Pemikirannya akan selalu terprogram untuk menyelesaikan dengan cepat.

4 dari 4 halaman

Memakan Banyak Waktu

Mengerjakan banyak hal sekaligus malah akan menghambat waktu Anda, karena perlu menghabiskan waktu untuk bolak-balik memikirkan dua hal yang berbeda. Setelah itu, Anda perlu memeriksa ulang apakah pekerjaan kamu sudah benar.

Jadi, selain Anda buang waktu, tenaga yang Anda gunakan juga tidak terpakai secara efektif, sehingga Anda lebih mudah terserang kelelahan dibanding seseorang yang mengerjakan tugasnya satu per satu.

Baca juga:
3 Pembelajaran Tentang Kesuksesan dari Petinju Muhammad Ali
4 Nasihat Keuangan Terbaik dari Sosok Ayah
5 Tanda Anda Workaholic Tapi bukan Pekerja Andal
7 Cara Mencegah Karyawan Mengundurkan Diri
4 Kesalahan Sepele yang Disesali Miliarder saat Usia 20-an
Miliarder Ini Pensiun Setelah 12 Tahun Jadi Orang Terkaya di China

(mdk/azz)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.