Nadiem Diminta Jadi Menteri Jokowi, Sejarah Baru Startup di Indonesia

UANG | 21 Oktober 2019 13:11 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Pendiri Gojek, Nadiem Makariem, menjadi salah satu tokoh yang datang ke istana negara jelang pengumuman kabinet Jokowi. Nadiem mengakui adanya pembahasan jabatan di kabinet dengan Presiden Jokowi.

Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita, menilai penunjukkan Nadiem di kabinet menjadi sejarah baru bagi startup Indonesia. Dia yakin Nadiem akan membawa Indonesia semakin maju di dunia.

"Hari ini Nadiem dipanggil Presiden Joko Widodo untuk hadir di Istana Negara untuk menjadi bagian dari kabinet baru. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya, di mana visi seorang pendiri startup lokal mendapat pengakuan dan dijadikan contoh untuk pembangunan bangsa," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (21/10).

Sebelumnya, Pendiri GOJEK, Nadiem Makariem, menjanjikan beragam inovasi untuk Indonesia saat dirinya dipercaya menjadi menteri di kabinet Jokowi. Inovasi ini tentunya untuk mendukung visi pembangunan Presiden Jokowi dalam 5 tahun ke depan.

"Sudah pasti dan banyak sekali inovasi yang ingin saya lakukan untuk negara ini. Tapi saya tidak bisa sebut sekarang," ujarnya di Istana Merdeka, Jakarta.

Berdasarkan kabar yang beredar, Nadiem diisukan akan menjadi menteri ekonomi digital. Selain itu, dia juga dikabarkan akan menjadi wakil menteri pendidikan tinggi.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, dia hanya menjawab bahwa hal itu menjadi keputusan presiden. Namun, dia menegaskan siap ditempatkan di mana pun yang Presiden Jokowi percayakan.

"Saya merasa ini suatu kehormatan yang luar biasa saya telah diminta untuk bergabung kabinet pak presiden. Dia percaya saya dengan tanggung jawab ini dan saya menerima," jelasnya.

"Masalah posisi spesifiknya saya belum bicara mengenai itu karena itu hak prerogatif presiden (Jokowi)," tambahnya.

1 dari 2 halaman

Perjalanan Karir Nadiem Bangun Gojek

Nadiem memulai kariernya sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company pada 2006. Setelah memperoleh gelar MBA, kemudian dia terjun sebagai pengusaha dengan mendirikan Zalora Indonesia.

Di perusahaan tersebut Nadiem tercatat menjabat sebagai Managing Editor. Keluar dari Zalora, pria kelahiran 4 Juli 1984 tersebut menjabat sebagai Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku.

Pada 2011, Nadiem kemudian fokus mengembangkan Gojek. Saat ini Gojek merupakan perusahaan rintisan terbesar di Indonesia dan telah menyabet gelar Unicorn.

Agustus 2016, Go-Jek memperoleh pendanaan sebesar USD 550 juta atau sekitar Rp 7,2 triliun dari konsorsium yang terdiri dari KKR, Sequoia Capital, Capital Group, Rakuten Ventures, NSI Ventures, Northstar Group, DST Global, Farallon Capital Management, Warburg Pincus, dan Formation Group.

2 dari 2 halaman

Penghargaan Atas Prestasi Nadiem

Pada 2016, Nadiem menerima penghargaan The Straits Times Asian of the Year, dan merupakan orang Indonesia pertama yang menerima penghargaan tersebut sejak pertama kali didirikan pada tahun 2012.

Penghargaan tersebut datang karena perusahaan berfokus pada peningkatan kesejahteraan sektor informal. Pada saat yang sama, ini dapat membantu menyediakan mata pencaharian bagi masyarakat Indonesia dengan mengubah pasar dan model bisnis tradisional.

Dikutip dari berbagai sumber, Nadiem juga masuk dalam daftar Bloomberg 50 versi 2018. Bloomberg menilai tidak ada aplikasi lain yang telah mengubah kehidupan di Indonesia dengan cepat dan mendalam seperti Gojek.

Aplikasi Gojek diluncurkan pada 2015 dengan fokus pada pemesanan ojek, dan kemudian berkembang menjadi aplikasi untuk membayar tagihan, memesan makanan, hingga membersihkan rumah.

Sepak terjang Nadiem kini melebar mengembangkan Gojek ke Filipina, Singapura, Thailand dan Vietnam membuat Bloomberg menyandingkan namanya dengan presiden Mexico Andres Manuel Lopez Obrador, pendiri Spotify Daniel Ek, pop star Taylor Swift dan grup idol Kpop BTS.

Pada Mei 2019, Nadiem menjadi tokoh termuda se-Asia yang menerima penghargaan Nikkei Asia Prize ke-24 untuk Inovasi Ekonomi dan Bisnis. Penghargaan diberikan kepada individu atau organisasi yang berkontribusi bagi pengembangan kawasan Asia dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Asia.

Gojek berkontribusi 55 Triliun terhadap perekonomian Indonesia, dengan penghasilan rata-rata mitra Go-Ride dan Go-Car naik 45 persen dan 42 persen setelah bergabung dengan Gojek, dan volume transaksi UMKM Kuliner naik 3,5 kali lipat semenjak menjadi mitra GoFood.

Gojek masuk dalam Fortunes Top 50 Companies That Changed The World, dan mendapatkan peringkat 17 pada 2017. Pada 2019, Gojek kembali menjadi satu-satunya perusahaan Asia Tenggara yang masuk ke daftar Fortunes 50, dan naik ke peringkat 11 dari 52 perusahaan kelas dunia.

(mdk/bim)

Baca juga:
Nadiem Makarim Jadi Menteri, Ini Calon Penggantinya Di Go-Jek
Nasihat Gus Mus ke Jokowi-Ma'ruf soal Tanggung Jawab Kekuasaan & Cara Memilih Menteri
Belum Diumumkan, Posisi Menteri yang Kosong Diisi Sekjen Kementerian
Giliran Kapolri Tito Karnavian Dipanggil Jokowi ke Istana
Rektor UI soal Nadiem Makarim Jadi Menteri: Sudah Teruji di Perusahaan Go-Jek
Masuk Istana, Erick Tohir dan Wishnutama Pakai Kemeja Putih
Nadiem Makariem Janjikan Beragam Inovasi untuk RI Saat Menjadi Menteri Jokowi