Negara Kuasai 25 Ha Tanah Eks BLBI di Karawaci Capai Rp5 Triliun

Negara Kuasai 25 Ha Tanah Eks BLBI di Karawaci Capai Rp5 Triliun
Menkeu Sri Mulyani. ©2020 Istimewa
EKONOMI | 27 Agustus 2021 15:51 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama Menkopolhukam Mahfud MD secara resmi telah melakukan penguasaan aset eks dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di Perumahan Lippo Karawaci, Tangerang. Pengambilalihan aset tersebut dilakukan serentak bersama 49 aset tanah dan bangunan lain seluas 5,2 juta meter persegi yang tersebar di Medan, Pekanbaru, Bogor, dan Tangerang.

Untuk aset tanah yang terletak di Karawaci, Sri Mulyani menjelaskan, itu memiliki luas sekitar 25 ha. Pasca berbincang dengan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Bendahara Negara mendapat info jika tanah milik negara tersebut bernilai triliunan rupiah.

"Aset-aset properti yang saat ini ada di Lippo Karawaci luasnya 25 ha. Menurut pak Bupati sekarang 1 meter persegi Rp 20 juta. Jadi kita pasti 25 ha ini nilainya triliunan," ujar Sri Mulyani, Jumat (27/8).

Jika dikonversikan, 25 ha setara dengan 250 ribu meter persegi (1 ha sama dengan 10 ribu meter persegi). Adapun jika dikalikan dengan harga tanah di wilayah tersebut yang kabarnya mencapai Rp 20 juta per meter persegi, nilai aset yang dikuasai negara di wilayah Karawaci mencapai Rp 5 triliun.

Kendati begitu, Sri Mulyani melanjutkan, ia tidak mau membocorkan siapa pemilik tanah seluas 25 ha yang terletak di Perumahan Lippo Karawaci Tangerang ini.

"Saya mungkin tak akan menyampaikan aset yang hari ini dilakukan penguasaan, tadi ada 49 bidang tanah yang terletak di 4 titik lokasi. Luasnya 5.291.200 meter persegi," ungkapnya.

Ke depan, Satgas BLBI akan melakukan pemasangan tanda bahwa aset eks BLBI tersebut secara fisik kini telah dimiliki negara. "Saya senang plang-nya itu banyak nama institusi di situ. Tidak hanya Kementerian Keuangan yang mengelola aset negara, tapi ada simbol dari Kepolisian, dari Kejaksaan, dari Kemenkopolhukam, dari Kementerian ATR/BPN, dari Kemenkumham, dan lain-lain. Ini bagus," bebernya.

"Saya berharap sesudah ini BLBI melakukan pengamanan. Biasanya kalau ini kan sudah dalam kompleks. Kalau di tempat lain kan barangkali perlu dibangun pagarnya, supaya jelas kepemilikan negara tersebut," pungkas Sri Mulyani.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6 com (mdk/azz)

Baca juga:
Sri Mulyani Ceritakan Sejarah Awal Mula Skandal Mega BLBI Bisa Terjadi
Satgas BLBI Sita Aset Milik PT Lippo Karawaci Berupa 44 Bidang Tanah
Sri Mulyani: Pemerintah Tanggung Beban Utang BLBI Selama 22 Tahun
Pemerintah Ambil 49 Bidang Tanah Seluas 5,2 Juta M2 Milik Debitur dan Obligor BLBI
Soal Pidana Debitur dan Obligor BLBI, Polisi Tunggu Proses Penagihan & Laporan Satgas
Satgas BLBI Panggil Tommy Soeharto Selesaikan Utang Negara Rp2,61 Triliun

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami