Nilai Aset Perbankan Syariah RI Disebut Masih Kalah dari Malaysia

Nilai Aset Perbankan Syariah RI Disebut Masih Kalah dari Malaysia
syariah. shutterstock
EKONOMI | 1 Mei 2021 16:00 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Wakil Direktur Utama I PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Ngatari mengakui, aset perbankan syariah di Indonesia masih tertinggal jauh dibandingkan sejumlah negara muslim. Termasuk dengan negara tetangga Malaysia.

"Kita lihat lini aset bank syariah Indonesia masih tertinggal jauh. Negara tetangga Malaysia di peringkat 3 dunia. Sementara kita kurang lebih di peringkat 10," ungkapnya dalam acara Sarasehan Industri Jasa Keuangan di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/5).

Dia mencatat, ada 10 negara dengan kepemilikan aset perbankan syariah terbesar di dunia. Iran berada peringkat pertama dengan kepemilikan nilai aset syariah terbesar di dunia. Kemudian di peringkat kedua ada Arab Saudi dan diikuti Malaysia di peringkat ketiga.

Peringkat keempat diduduki oleh UAE dan ikuti Kuwait di peringkat kelima. Lalu, Qatar berada di posisi keenam dibuntuti oleh Bahrain diposisi Ketuju.

Selanjutnya ada Turki di peringkat kedelapan, dan Bangladesh di peringkat sembilan. Sementara Indonesia berada di peringkat 10. Kendati demikian, dia tidak menyebut besaran nilai aset yang dibukukan perbankan syariah di Indonesia maupun Malaysia.

Ngatari mengatakan, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, mestinya Indonesia bisa membukukan nilai aset yang lebih tinggi lagi. Oleh karena itu, pihaknya terpadu untuk mengoptimalkan kinerja lembaga keuangan syariah yang ada di Indonesia.

"Mudah-mudahan kita bisa menuju mendekati Malaysia. Itu semangat kami. Di Indonesia sendiri saat ini ada 12 bank umum syariah, 20 unit usaha syariah 163 BPR syariah," ungkapnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Kuartal I-2021, Volume Transaksi Digital BSI Tembus Rp40,85 Triliun
Enam Strategi Gubernur Ganjar Kembangkan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Jateng
Bank Syariah Tetap Tumbuh Resilient di 2020
Bos BSI Akui Teknologi Digital di Perbankan Syariah Kalah Dibanding Konvensional
Keuangan dan Perbankan Syariah Indonesia Masih Tertinggal Dibanding Malaysia
OJK Sebut BSI Belum Jadi Pemain Nomor 1 Bank Syariah di RI

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami