Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.755 per USD

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.755 per USD
UANG | 26 Mei 2020 16:21 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) melemah dalam sesi penutupan perdagangan hari ini, Selasa (26/5). Rupiah ditutup melemah 45 poin di level Rp14.755 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.710 per USD.

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia (BI) guna untuk menstabilkan perekonomian sehingga stabilitas terus terjaga. Selain itu, koordinasi terus ditingkatkan karena hubungan yang baik merupakan esensi penting untuk menjaga Indonesia menghadapi tantangan yang luar biasa akibat pandemi Virus Corona.

"Strategi bauran yang saat ini sudah diterapkan bisa membawa kekuatan fundamental yang cukup solid, namun kesolidan tersebut juga harus dibarengi dengan kerja keras antar instansi," ujarnya melalui keterangan resmi, Jakarta, Selasa (26/5).

Di samping itu, Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter menetapkan kebijakan untuk meningkatkan intervensi di pasar guna menjaga stabilitas rupiah. BI menerapkan triple intervention di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forwards (DNDF) dan pembelian SBN di pasar sekunder.

"Koordinasi pemerintah maupun kalangan Bank Indonesia harus diperkuat sehingga bisa memperkokoh pondasi perekonomian dan ini pun tidak luput dari stabilitas pertahanan dan keamanan pemerintah saat ini," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Diprediksi Menguat

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa diprediksi akan bergerak menguat seiring pelonggaran lockdown di sejumlah negara. Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston mengatakan, pelonggaran lockdown dan kabar kemajuan penemuan vaksin masih menjadi penggerak penguatan aset-aset berisiko di pasar keuangan.

"Sentimen ini menutupi kekhawatiran pasar terhadap penyebaran wabah yang masih meningkat dan ketegangan baru AS dan China," ujar Ariston di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (26/5).

Dia menjelaskan, nilai tukar negara berkembang terlihat menguat pagi ini terhadap dolar AS. Indeks saham Asia bergerak positif. Yang terbaru, Jepang dikabarkan mencabut status darurat COVID-19. Singapura akan melakukan pelonggaran lockdown tahap 2. Inggris melanjutkan rencana pembukaan lockdown yang akan dijalankan pada Juni.

Sementara itu, perusahaan bioteknologi AS Novavax mengumumkan kemajuan penemuan vaksin yang saat ini sedang dilakukan uji klinis terhadap manusia. Namun di sisi lain, penyebaran wabah yang masih meningkat tetap masih menjadi kekhawatiran pasar karena vaksin belum ditemukan. (mdk/azz)

Baca juga:
Rupiah Diprediksi Menguat Usai Pelonggaran Lockdown di Sejumlah Negara
Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Menguat ke Rp14.750/USD Dipicu Uji Coba Vaksin Corona
Rupiah Menguat Tipis ke Rp14.780/USD Didorong Kebijakan BI Pertahankan Suku Bunga
Global Bond BUMN Dinilai Bakal Bantu Penguatan Nilai Tukar Rupiah
Rupiah Melemah ke Rp14.885 per USD Dipicu Peringatan Gubernur The Fed
Rupiah Menguat di Level Rp14.895 per USD Dipicu Penanganan Penyebaran Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5