OJK adakan karya tulis sektor industri keuangan non bank

UANG | 14 Maret 2017 16:57 Reporter : Faiq Hidayat

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan mengadakan kegiatan Call For Papers pada bidang Industri Keuangan Non Bank. Kepala eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank, Firdaus Djaelani mengatakan tujuan dari kegiatan Call For Papers untuk memperoleh masukan-masukan dari masyarakat.

"Karya tulis tersebut diharapkan dapat menghasilkan ide-ide baru untuk meningkatkan peran IKNB," kata Firdaus Djaelani saat Launching Call for Papers IKNB 2017 di Gedung Menara Merdeka, Jakarta, Selasa (14/3).

Dia mengatakan, Dewan juri Call For Papers berasal dari perwakilan IKNB, praktisi, kementerian, lembaga, dan akademisi. Kriteria penilaian meliputi orisinilitas, inovasi, kejelasan ide, pemanfaatan, dan peluang aplikatif. Kemudian batas akhir penyampaian karya tulis tanggal 28 Mei 2017.

"Dewan juri Suwandi ketua APPI, Budi Tampubolon Dirut BNI Life Insurance, Nining Soesilo Direktur UMKM Center FEUI, Arief Wibowo Kementerian Keuangan dan Mohamad Rosihan Pendiri e-commerce saqina.com. Peserta yang mengikuti berasal dari praktisi jasa keuangan, peneliti, mahasiswa atau pelajar, dosen dan masyarakat umum, ini boleh kelompok ya," kata dia.

Latar belakang call papers itu, kata dia, peningkatan peran IKNB sebagai salah satu komponen penting dalam sistem keuangan yang menjalankan fungsi intermediasi bagi berbagai kegiatan produktif di dalam perekonomian nasional sebagai alternatif sumber pendanaan sekaligus melakukan proteksi terhadap risiko usaha, khususnya pada sektor industri kreatif, UMKM, sektor infrastruktur, dan usaha rintisan atau start up.

Selain itu, aset IKNB mengalami pertumbuhan sejak tahun 2014 sampai dengan tahun 2016. Tercatat total aset pada tahun 2016 sebesar Rp 1.919,51 triliun atau naik sebesar 25,3 persen dari Rp 1.531,67 triliun pada tahun 2014.

"Dalam menjalankan bisnisnya, terdapat IKNB yang melakukan pengelolaan risiko dengan menerima premi, iuran, imbal jasa penjaminan yang selanjutnya diinvestasikan untuk memenuhi kewajibannya, seperti Asuransi, Dana Pensiun, dan Perusahaan Penjaminan. Selain itu, terdapat IKNB yang melakukan penyaluran pinjaman atau pembiayaan, seperti Perusahaan Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Pergadaian, dan Lembaga Keuangan Mikro," jelas dia.

Saat ini pelaku usaha di Indonesia masih bergantung sumber pendanaan yang berasal dari sektor perbankan. Pada tahun 2016, kata dia, penyaluran pinjaman sektor perbankan tercatat sebesar Rp 4,4 triliun, sedangkan pembiayaan dari sektor IKNB tercatat sebesar Rp 571 triliun.

Jumlah kredit perbankan yang disalurkan pada sektor UMKM adalah sebesar Rp 802,1 triliun atau 18,2 persen dan total kredit yang disalurkan.

"Untuk industri kreatif, jumlah pembiayaan yang disalurkan oleh perusahaan pembiayaan pada tahun 2016 tercatat sebesar Rp 5,1 triliun, meningkat 18,6 persen dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp 4,3 triliun," pungkasnya.

Total hadiah call paper itu sebesar Rp 87 juta bagi pemenang. Pemenang pertama Rp 30 juta, pemenang kedua Rp 20 juta dan pemenang ketiga Rp 15 juta.

Baca juga:
Ini usulan pimpinan parlemen ke Jokowi atasi kemiskinan RI
Menkeu tersinggung ada 163 pejabat belum lapor harta ke KPK
2016, Sritex berhasil raup laba bersih Rp 794 miliar
Menkeu ajak anak buahnya laporkan harta kekayaan
Di depan investor Korea, Jokowi bangga subsidi BBM dicabut
Di depan konglomerat Korea, Jokowi minta investasi di RI ditambah
Kenaikan rig AS bikin harga minyak dunia turun

(mdk/sau)