OJK Beberkan Indikator di Sektor Jasa Keuangan Naik Turun Selama Pandemi

OJK Beberkan Indikator di Sektor Jasa Keuangan Naik Turun Selama Pandemi
UANG | 12 Agustus 2020 15:08 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat ada berbagai indikator-indikator di sektor jasa keuangan yang naik turun. Seperti kredit perbankan yang mengalami penurunan.

"Kredit perbankan menurun sedikit namun YoY nya masih naik 1,49 persen dan pihak ketiganya naik 7,95 persen hingga sekarang mencapai Rp 6.175 triliun," kata Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank II B OJK Bambang W. Budiawan, dalam webinar Menakar Kekuatan Multifinance di Era New Normal, Rabu (12/8).

Selain itu, pertumbuhan kredit perbankan untuk modal kerja mengalami -1,3 persen. Namun, untuk kredit konsumsi 2,3 persen dan kredit investasi 5,6 persen masih positif. Sementara berdasarkan sektor yang pertumbuhannya positif yakni sektor transportasi 9,97 persen, pertambangan7,69 persen, kontruksi 4,41 persen dan pertanian 4,31 persen.

Sementara profil risiko Lembaga jasa keuangan per 15 Juli 2020, yakni risiko kredit untuk NPL Gross perbankan sebesar 3,11 persen, NPL Gross perusahaan pembiayaan 5,1 persen. Untuk risiko likuiditas AL/NCD 122,6 persen, dan AL/DPK 26 persen.

Sedangkan untuk permodalan sektor jasa keuangan mengalami peningkatan per Mei – Juni 2020, di antaranya CAR perbankan sebesar 22,14 persen menjadi 22,59 persen. RBC Asuransi Umum 313 persen menjadi 319 persen, gearing ratio perusahaan pembiayaan 2,61 persen menjadi 2,48 persen, dan RBC asuransi jiwa 651 persen menjadi 688 persen.

"Peran kebijakan OJK terkait restrukturisasi kredit atau pembiayaan sangat besar menjaga tingkat NPL dan Permodalan bank sehingga stabilitas sektor jasa keuangan juga masih solid. CAR Perbankan, Gearing ratio Perusahaan Pembiayaan, dan RBC asuransi terjaga di atas threshold," katanya.

Demikian dengan pertumbuhan pasar modal yang tercatat hingga Juli mengalami peningkatan, di antaranya penghimpunan dana di pasar modal sebesar Rp 54,1 triliun, NAB Reksadana Rp 505,16 triliun, dan emiten baru jumlahnya menjadi 28 emiten dibanding Juni hanya 22 emiten saja.

Sehingga pada saatnya nanti ketika sektor riil sudah pulih, sisi sektor jasa keuangan diharapkan semua akan tumbuh positif.

"Ini menunjukkan bahwa market respon sangat positif. Berbagai kebijakan stimulus yang diterbitkan oleh OJK dan dukungan kepada Pemerintah pada intinya ingin mendorong sektor Keuangan dalam posisi yang stabil terkendali," ujarnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
OJK Catat 182 Perusahaan Pembiayaan Telah Jalankan Restrukturisasi Kredit
Lindungi Investor, Emiten Bermasalah Bakal Dipamerkan di Papan Pemantauan Khusus
OJK yakin IHSG akan Menguat Seiring Penemuan Vaksin Corona
OJK Catat Jumlah Emiten dan Nilai Emisi Penawaran Umum Masih Rendah
E-IPO Dinilai Jadi Pintu Masuk Investor Asing ke Pasar Modal RI
Sederet Kebijakan OJK di Pasar Modal

TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami