OJK Buktikan Ekonomi Daerah Berkontribusi terhadap Pemulihan Ekonomi Nasional

OJK Buktikan Ekonomi Daerah Berkontribusi terhadap Pemulihan Ekonomi Nasional
UANG | 21 September 2020 10:19 Reporter : Haris Kurniawan

Merdeka.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan, pertumbuhan ekonomi daerah menjadi salah satu kontributor Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) terutama di masa pandemi.

Hal tersebut tercermin dari jumlah peningkatan kredit baik bank BUMN hingga Bank Pembangunan Daerah (BPD). Kredit di Bank-bank Persero masih mencatat kenaikan 3,36 persen yoy dan kredit di kelompok BPD yang naik 8,23 persen yoy.

"Kenaikan kredit yang masih cukup tinggi di kelompok BPD ini menunjukkan geliat ekonomi di daerah masih cukup baik dan memiliki potensi yang besar untuk dijadikan pengungkit perekonomian nasional," ujar Wimboh, Minggu (20/9).

Geliat ekonomi di daerah juga diproyeksi masih dalam kondisi positif dikarenakan kasus Covid-19 di daerah yang relatif lebih sedikit dibandingkan dengan kota-kota besar, seperti DKI Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung dan beberapa kota besar lainnya.

Kemudian, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap dampak Covid-19 terhadap pelaku usaha, terlihat bahwa tingkat banyaknya perusahaaan yang masih beroperasi sangat terkait erat dengan jumlah kasus Covid-19.

Jawa tengah, misalnya, yang kasus Covidnya tidak sampai 40 persen dari DKI Jakarta, terlihat bahwa aktivitas pelaku usaha di sana yang masih beroperasi cukup tinggi yakni 55 persen, jauh di atas DKI yang hanya 29 persen beroperasi normal.

"Untuk itu, potensi aktivitas ekonomi di daerah yang kasus Covid-19nya rendah dan kontribusinya besar terhadap PDB harus lebih intensif didorong untuk dapat menopang pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Pertumbuhan di daerah juga akan lebih cepat pulih didukung oleh segmen UMKM. Dari hasil survei BPS tadi, 77 persen dari 100 perusahaan yang disurvei di sektor peternakan dan perikanan masih berjalan normal.

Sektor perdagangan 69 persen masih beroperasi normal walaupun untuk sektor Akomodasi dan makan/minum hanya 52 persen masih beroperasi.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi untuk pemulihan potensi ada di daerah.

"Akan sulit jika hanya mengandalkan aktivitas ekonomi dari kota-kota besar saja untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional dan mengingat juga kasus Covid-19nya yang terbilang masih tinggi," kata Wimboh.

Untuk itu, pemerintah akan terus mendorong penyaluran kredit di daerah-daerah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di daerah. Selain itu, perpanjangan relaksasi retrukturisasi di POJK 11/2020 untuk meringankan beban pelaku usaha sebagaimana yang dibutuhkan pelaku usaha akan menjadi pertimbangan penting.

Tentunya, kebijakan ini harus disinergikan dengan kebijakan dari Kemenkeu berupa penjaminan kredit, penempatan dana pemerintah di perbankan, penundaan/keringanan pajak, dari PLN berupa keringanan biaya listrik, apabila dimungkinkan termasuk juga mengarahkan CSR ke sektor UMKM.

Penulis: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/hrs)

TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami