OJK Cari Strategi Atasi Peningkatan Kredit Macet

OJK Cari Strategi Atasi Peningkatan Kredit Macet
UANG | 25 Desember 2019 14:02 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) mencatat, rasio kredit bermasalah (NPL/non performing loan) perbankan dalam negeri mengalami peningkatan di saat penyaluran kredit melambat. NPL perbankan pada Oktober meningkat jadi 2,73 persen (gross) dan 1,25 persen (nett).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, peningkatan NPL tersebut sebagai imbas ekonomi global yang mengalami perlambatan. Meski begitu, Indonesia terbilang lebih baik dari negara lain, terlihat dari pertumbuhan ekonomi yang masih di atas 5 persen.

"Kita masih mending, negara lain lebih parah," kata Wimboh di rumah dinas Menteri Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jalan Widya Chandra V, Jakarta Selatan, Rabu (25/12).

Meski demikian, Indonesia harus mencari alternatif sumber pertumbuhan ekonomi baru. Menurutnya, pemerintah harus bisa menciptakan sumber baru dari potensi ekonomi yang belum tersentuh.

Untuk itu, perlu kerja sama dan sinergi dalam memperluas kesempatan kerja dan memperbesar ekspor. Termasuk bisa lebih efisien dalam proses perizinan agar sinergi lintas sektor mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Sektor keuangan harus lebih proaktif untuk mendorong pertumbuhan," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Catatan Bank Indonesia

indonesia

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, meningkatnya NPL gross disebabkan dengan kondisi perusahaan yang masih belum mau melakukan ekspansi. "Tapi, dengan NPL nett yang masih rendah, dipastikan perbankan membentuk cadangan yang cukup untuk resiko NPL ini," katanya.

Sebagai informasi, NPL pada Oktober 2019 meningkat dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 2,66 persen (gross) atau 1,18 persen (net). NPL pada Oktober 2019 juga merupakan posisi tertinggi sepanjang 2019.

Sementara, penyaluran kredit juga tumbuh melambat pada Oktober 2019, yakni hanya 6,53 persen. Sebelumnya, pertumbuhan kredit berada di angka 7,89 persen. (mdk/azz)

Baca juga:
Menko Airlangga soal Penyaluran Kredit Loyo: Suku Bunga Masih Tinggi
BI Target Pertumbuhan Kredit Perbankan Tahun Depan Capai 12 Persen
Data BI: Kredit Macet Meningkat & Penyaluran Pembiayaan Perbankan Melambat
Bank Mandiri Perketat Syarat Pembiayaan di Sektor Pertambangan dan Energi
Ekonomi Global Melambat, Bank Mandiri Turunkan Target Pertumbuhan Kredit di 2020
Oktober 2019, OJK Catat Pertumbuhan Kredit Melambat Capai 6,53 Persen

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami