OJK Catat Aset Keuangan Syariah Capai Rp 1.639 Triliun Hingga Juli 2020

OJK Catat Aset Keuangan Syariah Capai Rp 1.639 Triliun Hingga Juli 2020
UANG | 21 September 2020 10:03 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengatakan, ekonomi syariah mengalami pertumbuhan di tengah perlambatan ekonomi akibat pandemi corona. Hingga Juli 2020, aset keuangan syariah tumbuh mencapai Rp 1.639 triliun atau USD 111,86 miliar.

"Di tengah ketidakpastian akibat Covid-19 ini perkembangan ekonomi syariah masih positif. Aset keuangan syariah tumbuh per Juli 2020 yang mencapai Rp 1.639 triliun," kata Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso dalam Forum riset Ekonomi Keuangan Syariah 2020, Jakarta, Senin (21/9).

Dia menjelaskan, angka tersebut tidak termasuk saham syariah yang mengalami peningkatan 20 persen. Adapun jumlah market share ekonomi syariah yakni 9,86 persen.

Hal ini menunjukkan ekonomi syariah memiliki daya tahan tinggi di tengah ketidakpastian. Ekonomi syariah juga dipercaya siap mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional. "Ini menunjukkan keuangan syariah berdaya tahan tinggi, dan siap mendukung untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional," imbuhnya.

Saat ini di sektor perbankan syariah memiliki aset Rp 542,83 triliun. Didukung oleh 14 bank umum syariah, 20 unit usaha syariah, dan 162 BPR syariah. Pada sektor pasar modal syariah terdapat 467 saham syariah, 149 sukuk korporasi, 282 reksa dana syariah dan 64 sukuk negara.

Baca Selanjutnya: Sementara itu sektor industri keuangan...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami