OJK dan Industri Jasa Keuangan Tetap Beroperasi Meski Ada Pengetatan Kegiatan

OJK dan Industri Jasa Keuangan Tetap Beroperasi Meski Ada Pengetatan Kegiatan
OJK. ©2013 Merdeka.com/Harwanto Bimo Pratomo
UANG | 7 Januari 2021 11:32 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa operasional OJK dan industri jasa keuangan yakni perbankan, pasar modal, dan industri keuangan nonbank di wilayah Jawa dan Bali tetap beroperasi dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan, hal tersebut sejalan dengan ketentuan pemerintah yang memasukkan sektor jasa keuangan dalam 11 bidang usaha vital tetap berjalan dengan kapasitas yang diijinkan oleh pemerintah. Langkah itu berpedoman kepada Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

"OJK meminta kepada seluruh lembaga jasa keuangan untuk tetap memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat dengan selalu mengutamakan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19," ujar Anto dalam keterangan di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (7/1).

Anto menuturkan seluruh lembaga jasa keuangan tetap beroperasi secara terbatas dengan wajib menerapkan protokol kesehatan antara lain menjaga jarak fisik, menggunakan masker dan memaksimalkan layanan melalui pemanfaatan teknologi (online mobile/digital), serta melakukan pola hidup bersih dan sehat, termasuk penyediaan uang tunai di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang dioperasikan dengan menjaga kebersihan melalui disinfektan secara berkala.

Sementara, untuk pengaturan operasional kantor dan pelaksanaan bekerja dari rumah (Work from Home) diserahkan kepada masing-masing lembaga jasa keuangan, Self Regulatory Organization (SRO) di pasar modal, dan lembaga enunjang profesi di industri jasa keuangan.

"Sehubungan dengan penerapan PSBB di Jawa dan Bali tersebut, OJK senantiasa berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Kapolda di Jawa - Bali untuk memastikan layanan operasional lembaga jasa keuangan serta transaksi investasi di pasar modal berjalan dengan baik," kata Anto. (mdk/azz)

Baca juga:
Airlangga Klaim Pembatasan Masyarakat Direspon Positif oleh Pasar
Airlangga Sebut Pembatasan Kegiatan di Jawa dan Bali Bukan Pelarangan
PSBB Jawa-Bali Dilakukan pada 11-25 Januari 2021, Ini Kabar Terbaru dari Jawa Timur
Airlangga Sebut PSBB Berlaku di DKI dan 23 Daerah Lain, Ini Daftarnya
Daftar Daerah yang Kembali Berlakukan PSBB Mulai 11 hingga 25 Januari
PSBB Jakarta-Bali, Pemerintah Wajibkan WFH 75 Persen

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami