OJK: Keringanan Kredit Bukan Berarti Menghapus Kewajiban Bayar Cicilan

OJK: Keringanan Kredit Bukan Berarti Menghapus Kewajiban Bayar Cicilan
UANG | 29 Maret 2020 17:20 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nusa Tenggara Timur (NTT), Robert Sinaipar mengatakan para nasabah atau debitur wajib mengajukan permohonan kepada pihak bank atau leasing untuk mendapatkan keringanan kredit akibat kesulitan membayar sebagai dampak dari wabah Covid-19.

Untuk mendapat keringanan kredit, nasabah wajib mengajukan permohonan kepada bank/leasing yang dapat disampaikan secara online lewat email atau pun website yang ditetapkan lembaga tersebut, katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Kupang, Minggu.

Dia mengatakan hal itu berkaitan dengan mekanisme pemberian keringanan kredit yang merupakan program Pemerintah yang disampaikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu sebagai akibat dari serangan wabah Covid-19.

Dia menjelaskan, OJK telah mengeluarkan peraturan terkait kebijakan keringanan kredit itu melalui Peraturan OJK Nomor 11 Tahun 2020 tentang Stimulus Dampak Covid-19.

Robert mengatakan, keringanan kredit dari lembaga jasa keuangan baik perbankan maupun non perbankan bukan berarti penghapusan kewajiban membayar cicilan selama satu tahun.

"Jadi tidak ada penghapusan kewajiban membayar cicilan, ini yang perlu disosialisasikan lembaga jasa keuangan agar salah persepsi di masyarakat," katanya

"Ada mekanisme yang harus ditempuh untuk mendapat keringanan kredit ini yang diserahkan kepada masing-masing lembaga jasa keuangan," katanya.

1 dari 1 halaman

OJK Beri Keleluasaan ke Bank

keleluasaan ke bank rev1

Robert menjelaskan, pemberian keringanan ini diprioritaskan untuk nasabah yang sebelumnya lancar membayar namun kemudian menurun kinerja usahanya sebagai dampak Covid-19.

Parah nasabah wajib mengajukan permohonan keringanan kepada bank/leasing dan selanjutnya akan dinilai kondisi masing-masing nasabah apakah terdampak atau tidak, bagaimana historis pembayarannya dan lainnya.

"OJK memberikan keleluasaan kepada bank/leasing untuk menilai berdasarkan prinsip kehati-hatian agar tidak terjadi 'moral hazard' atau bahaya moral," katanya menambahkan. (mdk/idr)

Baca juga:
Catat, Ini Cara Lengkap Minta Keringanan Cicilan Kredit ke Bank dan Leasing
Pengemudi Ojek Online Mengeluh Perusahaan Leasing Masih Tagih Cicilan Kredit Motor
Taksi dan Ojek Online Dapat Penangguhan Cicilan Kredit dari Mandiri Utama Finance
Pembayaran Cicilan Motor Diperlonggar, OJK Haramkan Penggunaan Debt Collector
OJK Minta Masyarakat Teliti Baca Perjanjian Sebelum Akad Kredit
Debt Collector Boleh Tarik Motor di Jalan, Asal Punya Sertifikat

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami