OJK: Lembaga Keuangan Tak Bisa Bersaing Tanpa Lakukan Transformasi Digital

OJK: Lembaga Keuangan Tak Bisa Bersaing Tanpa Lakukan Transformasi Digital
OJK. ©2013 Merdeka.com/Harwanto Bimo Pratomo
EKONOMI | 21 Oktober 2020 20:34 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pemanfaatan digitalisasi oleh lembaga keuangan dalam negeri. Menyusul akses digital kini merupakan kebutuhan utama masyarakat di semua elemen akibat pandemi Covid-19.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menilai, transformasi digital kini menjadi suatu keharusan bagi seluruh lembaga keuangan dalam negeri. Mengingat telat sedikit saja memasuki ekosistem digital bisa berujung pada gagal bersaing di industri keuangan.

"OJK akan senantiasa mendorong lembaga jasa keuangan dan pelaku sektor keuangan mengarah ke digitalisasi. Apabila tidak bisa segera transformasi, niscaya tidak bisa bersaing di industri keuangan baik domestik maupun global," kata dia dalam webinar HUT Partai Golkar ke-56, Rabu (21/10).

Wimboh menjelaskan, saat ini pemanfaatan digitalisasi oleh seluruh elemen masyarakat kian meningkat. Salah satunya di picu oleh pandemi Covid-19 yang memaksa masyarakat global untuk menjajaki ekosistem digital guna mengakses berbagai kebutuhan hidup.

"Sehingga seluruh elemen masyarakat sudah terbiasa untuk menggunakan digitalisasi. Maka, masyarakat akan meninggalkan produk konvensional tanpa digital," paparnya.

2 dari 2 halaman

Batasi Operasional

rev1

Hal ini dibuktikan oleh maraknya berbagai lembaga perbankan yang mulai membatasi operasional di berbagai daerah. Termasuk pengurangan jumlah tenaga kerja seiring mudahnya nasabah untuk mengakses aneka produk perbankan secara digital.

"Seperti banyak kredit yang bisa ditawarkan melalui digital. Ada KUR bisa diakses secara digital. Bahkan, semua dokumentasi (perbankan) juga bisa melalui digital," tuturnya.

Maka dari itu, dia mengimbau kepada seluruh lembaga keuangan untuk segera melakukan transformasi bisnis ke arah digitalisasi. Sehingga lembaga keuangan domestik dapat meningkatkan daya saing di industri keuangan yang kian pesat

"Kami OJK mendorong sektor keuangan untuk transform dirinya menjadi digital. Kalau gak segera transfer teknologi akan kalah bersaing," tutupnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Bos OJK: Digitalisasi Percepat Penyaluran Bansos
OJK Batalkan Pengajuan Izin 2 Perusahaan Fintech Lending
Gandeng OJK, Kemendes Transformasi UPK Eks PNPM Jadi Lembaga Keuangan Desa
Pemerintah Target Bentuk 5.300 Lembaga Keuangan Desa dan Himpun Dana Rp12,7 Triliun
5.300 Lembaga Keuangan Daerah Ditargetkan Bisa Diawasi Langsung OJK Hingga 2022

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami