OJK Masuk ke Pelosok Desa untuk Dorong Masyarakat Gunakan Produk Keuangan Syariah

OJK Masuk ke Pelosok Desa untuk Dorong Masyarakat Gunakan Produk Keuangan Syariah
UANG | 17 September 2020 19:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso melihat tingkat permintaan terhadap produk industri syariah di Indonesia masih rendah. Ini terlihat dari pangsa pasar produk syariah yang baru mencapai 9,63 persen dari total industri keuangan nasional per Juni 2020.

Sebaliknya, industri keuangan syariah dari sisi suplai justru berlimpah. Wimboh menyebutkan, perbankan hingga pasar modal kini sudah memiliki kelembagaan berbasis syariah yang baik.

"Ini semua adalah salah satu evidence, kontribusinya masih rendah karena demand-nya masih rendah di syariah," kata Wimboh dalam sesi webinar, Kamis (17/9).

Guna menumbuhkan demand tersebut, OJK sudah masuk ke daerah dan menarik masyarakat yang belum bankable di sana lewat perantara teknologi.

"Banyak upaya yang kita lakukan. Mulai sekarang kita digitalisasikan lembaga keuangan mikro, baik syariah maupun non-syariah. Sehingga ketika kita mau ngasih lending ataupun pembiayaan, secara digital informasinya sudah ada," ungkapnya.

"Bukan hanya lembaga keuangan yang diawasi OJK, tapi ini akan masuk termasuk ke koperasi. Akan kita masukan ke dalam ekosistem digital. Enggak ada lagi tabungan pakai buku," dia menambahkan.

Dengan begitu, penyaluran kredit secara otomatis nantinya bisa langsung diberikan tanpa satu analyctical yang terlalu rumit. "Bahkan masyarakat di daerah sudah kita provide dengan gadget yang bisa pinjam langsung," sambungnya.

Harapannya, masyarakat di daerah terpencil bisa membeli apa saja yang mereka inginkan via platform market place syariah. Dan hal tersebut sudah mulai tercipta.

"Jadi ini bukan mimpi, kita sudah mulai, baik di pengelola mikro, nasabah mikro di BRI, atau di platform lain. Kita tidak akan ada monopoli platform mana yang dipakai, silakan ekosistemnya diciptakan dan ini bisa mempercepat akses," imbuhnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

TOPIK TERKAIT
more tag

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami