OJK Minta Asuransi Pesakitan Dilarang Masuk LPP

OJK Minta Asuransi Pesakitan Dilarang Masuk LPP
UANG | 21 November 2019 13:05 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan harus ada kriteria tertentu bagi perusahaan asuransi yang ingin bergabung dalam Lembaga Penjamin Polis (LPP). LPP sendiri saat ini masih belum terbentuk dan tengah dalam proses kajian di Kementerian Keuangan.

Direktur Pengawasan Asuransi OJK, Ahmad Nasrullah, menjelaskan kriteria tersebut bertujuan agar perusahaan yang sehat tidak terkena beban untuk menanggung perusahaan asuransi yang sakit.

"Di sisi lain kami juga tidak mau ini justru menjadi beban untuk industri asuransi dalam arti kata gimana nih yang sakit-sakit, gimana yang sehat-sehat," kata dia, saat ditemui dalam acara Insurance Outlook 2020, di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (21/11).

Dia mengungkapkan, hal ini telah disampaikan kepada pemerintah yang mempunyai kewenangan membentuk LPP. Sebab, OJK tidak memiliki kewenangan tersebut.

"Kami waktu itu memberikan masukan supaya itu jadi bahan pertimbangan juga ketika nanti mempertimbangkan kriteria perusahaan mana yang kita masukan," ujarnya.

Secara umum, dia mengatakan industri asuransi di Tanah Air dalam kondisi yang cukup baik. "Cuma kalau dibedah secara individu, ada satu dua yang sakit," ungkapnya.

Perusahaan yang sakit, kata dia jangan sampai menjadi penghalang perusahaan lainnya untuk ikut bergabung menjadi anggota di bawah naungan LPP. "Kalau kita bicara di awal wah nanti dananya habis untuk yang sakit-sakit, ya sudah ditetapkan saja kriteria tertentu bagi perusahaan asuransi, kalau mau jadi peserta ada kriterianya. Itu saya kira itu akan lebih fair," ujarnya.

Selain itu, dengan adanya kriteria tersebut, akan menciptakan suatu keadilan diantara perusahaan asuransi yang menjadi anggota. "Intinya gini, kalau perusahaan itu sakit misalkan ya kalau tidak memenuhi kriteria tertentu itu tidak bisa jadi peserta. Itu kan fair," ujarnya.

Namun demikian, dia menegaskan kewenangan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. "Kami cuma bisa menyajikan data, fakta dan urgensi keberadaan lembaga asuransi ini memang kita anggap penting di Indonesia," tutupnya.

1 dari 1 halaman

OJK: Industri Asuransi Melemah Akibat Kondisi Ekonomi Global

asuransi melemah akibat kondisi ekonomi global

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut bahwa pertumbuhan premi industri asuransi di 2018 hanya mampu mencapai angka 9 persen. Padahal di tahun-tahun sebelumnya angka pertumbuhan selalu double digit.

Namun demikian, Kepala Dept Pengawasan IKNB 2A OJK, Ahmad Nasrullah optimis di tahun ini asuransi mampu bangkit kembali.

"Tahun ini, targetnya double digit, 12 persen - 15 persen," kata dia dalam acara diskusi bertajuk 'Prospek Bisnis IKNB 2019, Peluang dan Risiko di Tahun Menantang' di Hotel JW Marriott, Jakarta, Selasa (12/3).

Menurutnya, melemahnya pertumbuhan asuransi di tahun 2018 diakibatkan oleh kondisi ekonomi global yang penuh gejolak. Kondisi tersebut sangat berpengaruh terhadap dunia bisnis, termasuk asuransi.

Dia berharap, hal tersebut dapat menjadi perhatian seluruh pelaku bisnis agar dapat melakukan suatu perbaikan atau inovasi. Sebab tahun ini asuransi memiliki peluang cukup bagus untuk meningkatkan pertumbuhannya. "Industri asuransi masih potensial tumbuh ke depan," dia menambahkan.

(mdk/bim)

Baca juga:
Amanat UU Asuransi, Pemerintah Didesak Segera Bentuk Lembaga Penjaminan Polis
Jiwasraya Bakal Bentuk Lembaga Penjamin Polis, Ini Tantangannya
Kementerian BUMN Bawa Kasus Jiwasraya ke Kejaksaan Agung
Bos Jiwasraya: Kami dan Pemegang Saham Cari Solusi dan Berjuang untuk Nasabah
Kata Kemenkeu Saat Asuransi Jiwasraya Ajukan Dana Talangan Rp32,89 T
8 Investor Tertarik Suntik Dana Segar ke Anak Usaha Jiwasraya
Strategi Anyar Axa Mandiri Genjot Kinerja di Kondisi Ekonomi Terkini

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami