OJK: Nasabah Tak Terdampak Pandemi Jangan Ikutan Restrukturisasi Kredit

OJK: Nasabah Tak Terdampak Pandemi Jangan Ikutan Restrukturisasi Kredit
UANG | 2 Juli 2020 15:54 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Stimulus atau insentif berupa restrukturisasi dan relaksasi kredit perbankan menjadi angin segar bagi masyarakat terdampak pandemi corona. Dengan kelonggaran cicilan kredit ini, masyarakat bisa mengutamakan pemenuhan kebutuhan pokok.

Dalam pelaksanaannya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) senantiasa mengingatkan kepada masyarakat atau nasabah perbankan agar tidak mengajukan restrukturisasi jika masih mampu untuk membayar kewajibannya. Sekaligus bagi perbankan agar berhati-hati dalam memberikan relaksasi untuk menghindari kemungkinan munculnya moral hazard, serta mengingatkan untuk bersiap-siap jika sewaktu-waktu masa restrukturisasi telah habis.

"Kami selalu mengatakan bahwa bagi nasabah yang tidak terdampak jangan ikut ikutan memanfaatkan restrukturisasi ini supaya tidak memberikan dampak yang tidak baik bagi perbankan," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Heru Kristiyana dalam diskusi virtual Mendorong Pemulihan Ekonomi Melalui Perbankan, Kamis (2/7).

"Bagi perbankan sendiri, kami juga selalu mengingatkan itu bahwa restrukturisasi atau relaksasi ini kan jangka waktunya sampai dengan Maret, jangan sampai nanti kalau kerannya ditutup, perbankan kita nggak siap," sambung dia.

Untuk itu, Heru mengaku terus mengingatkan perbankan dalam setiap pertemuan terkait perkembangan kebijakan ini agar bersiap-siap, dan mengimbau untuk membentuk dana cadangan.

"Dalam setiap melakukan prudential meeting, kita bilang bahwa relaksasi itu ada jangka waktunya, jadi kalian yang merasa kuat untuk membentuk cadangan mulai pelan-pelan bentuklah cadangan, walaupun dengan restrukturisasi itu kan tidak perlu membentuk cadangan, supaya nanti pada saat kerannya ditutup kita nggak kaget," beber Heru.

Baca Selanjutnya: Antisipasi...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami