OJK Perpanjang Program Restrukturisasi Kredit Hingga 2022

OJK Perpanjang Program Restrukturisasi Kredit Hingga 2022
OJK. ©2018 Merdeka.com
UANG | 24 November 2020 12:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperpanjang kebijakan restrukturisasi kredit hingga 2022 mendatang. Perpanjangan ini merupakan yang kedua setelah diperpanjang hanya sampai 2021.

"Ini perbankan dari segi kekuatan likuiditas cukup, bahkan melimpah. Debiturnya bisa di refinancing, dengan POJK 11, bahkan kita perpanjang sampai 2022," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam Economic Outlook 2021: Memacu Pertumbuhan di Tengah Pandemi, Selasa (24/11).

Wimboh menambahkan, dari sisi permodalan juga cukup yakni sekitar 23 persen. Dari awal, OJK senantiasa menekankan kepada perbankan untuk menjalankan conservation buffer untuk memastikan basis modal yang cukup

"Kebijakan ini adalah kebijakan yang dari awal dalam kondisi normal kita minta seluruh perbankan dan lembaga keuangan mempunyai basis modal yang cukup dengan melakukan kebijakan conservation buffer. Dan ini hasilnya sekarang dalam kondisi saat ini mempunyai sekitar 23 persen," kata dia.

Dengan begitu, perbankan memiliki basis yang cukup untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, bahkan untuk mengatasi pengusaha jika diperlukan backup.

Reporter: Pipit Ika Ramdhani

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Bos Bank Mandiri: Perpanjangan Restrukturisasi Kredit OJK Sangat Tepat
OJK Beberkan Keuntungan Kebijakan Restrukturisasi Kredit di Tengah Pandemi
Antisipasi Kredit Macet, OJK Minta Perbankan Pertebal CKPN
OJK Beberkan Tantangan dan Kendala dalam Implementasi Restrukturisasi Kredit
OJK Catat Restrukturisasi Kredit Perbankan Capai Rp932 Triliun Hingga 26 Oktober 2020
Hingga September, Restrukturisasi Kredit Bank Mandiri Capai Rp116 Triliun

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami