OJK Sebut BSI Belum Jadi Pemain Nomor 1 Bank Syariah di RI

OJK Sebut BSI Belum Jadi Pemain Nomor 1 Bank Syariah di RI
Ketua OJK Wimboh Santoso. ©2017 merdeka.com/idris
EKONOMI | 23 April 2021 13:23 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, saat ini perbankan syariah masih kalah bersaing dibandingkan konvensional. Hal ini terlihat dari berbagai data indikator, khususnya total nilai aset yang dimiliki perbankan syariah.

"Sekarang faktanya kalau kita lihat (nilai aset) yang syariah ini dibandingkan dengan konvensional berat," tegasnya dalam acara Sarasehan Industri Jasa Keuangan, Jumat (23/4).

Bahkan, PT Bank Syariah Indonesia Tbk sebagai perusahaan hasil merger dari tiga bank syariah BUMN yang terdiri atas PT Bank BRIsyariah Tbk., PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah mempunyai total nilai aset yang masih kalah jauh ketimbang perbankan konvensional. Mengingat PT Bank Syariah Indonesia Tbk masih berada di peringkat ketujuh dari 10 daftar perbankan dengan nilai aset terbesar di Indonesia.

"Ini (PT Bank Syariah Indonesia Tbk) pun belum betul-betul pemain nomor satu di Indonesia. Masih nomor tujuh dari aset size setelah digabung itu," terangnya.

Bos OJK ini mengungkapkan, masih belum berdaya saingnya kinerja perbankan syariah tersebut lantaran berbagai hambatan yang belum dicarikan solusinya dengan baik hingga saat ini. Diantaranya market share yang masih masih rendah maupun produk yang ditawarkan belum bisa bersaing dengan perbankan konvensional.

"Artinya masyarakat belum sepenuhnya memilih keuangan syariah," bebernya.

Oleh karena itu, dia mendorong adanya usaha ekstra dari seluruh stakeholder terkait, terutama lembaga-lembaga keuangan syariah untuk mampu meningkatkan literasi akan keuangan dan ekonomi syariah kepada masyarakat luas untuk peningkatan market share. Lalu, peningkatan kualitas produk dari yang saat ini dimiliki oleh perbankan syariah.

"Jadi, nanti kalau produk tidak lebih baik kualitasnya dengan produk lapak apa saja dan tidak lebih murah harganya. Artinya sulit untuk meyakinkan kepada masyarakat bahwa produk syariah itu memberikan value," ucap dia menekankan. (mdk/azz)

Baca juga:
Bos OJK Akui Perbankan Syariah Masih Kalah Bersaing dari Konvensional
Menteri Erick Minta BSI Bisa Menjadi 10 Besar Bank Syariah Dunia
Gabung Haya Online Ramadan 2021, Bisa Ngabuburit Bareng Sembari Dapatkan Rumah Idaman
Unit Usaha Syariah BTN Catatkan Pertumbuhan Double Digit di Tengah Pandemi
OJK Beberkan Tiga Strategi Transformasi Digital Bisa Dilakukan Bank Syariah
OJK: Akselerasi Digital Dibutuhkan untuk Tingkatkan Inklusi Keuangan Syariah

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami