OJK Sebut Restrukturisasi Kredit Bantu Kuatkan Modal Perbankan

OJK Sebut Restrukturisasi Kredit Bantu Kuatkan Modal Perbankan
UANG | 8 Juli 2020 16:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, realisasi restrukturisasi kredit perbankan kepada 6,56 juta debitur baik UMKM maupun non UMKM telah mencapai angka Rp740,79 triliun. Restrukturisasi ini memberikan dampak nyata bukan hanya kepada debitur terdampak, namun juga untuk perbankan itu sendiri.

Seperti yang diketahui, pandemi Corona membuat aktivitas ekonomi terutama di kalangan menengah ke bawah atau sektor informal mengalami hambatan, yang berdampak pada kesulitan masyarakat membayar cicilan kredit mereka.

"Sebagaimana disampaikan, OJK memahami dalam kondisi ini, nasabah tentu tidak harus melakukan pembayaran (cicilan kredit), artinya direstrukturisasi. Dengan tidak dilakukan pembayaran, dinyatakan kredit itu jadi kredit lancar," kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam keterangan pers, Rabu (8/7).

Anto melanjutkan, jika kredit nasabah dinyatakan lancar, maka perbankan tidak diharuskan membuat dana cadangan. Sebagai penjelasan tambahan, ketika bank memiliki catatan kredit macet, maka bank harus menyiapkan cadangan yang diambil dari modal atau kas.

Oleh karenanya, dengan tidak adanya pencadangan karena kredit direstrukturisasi, maka arus kas atau bank menjadi lebih baik.

"Nah, ini bagaimana upaya restrukturisasi bisa memberikan ruang, baik untuk nasabah, sementara tidak membayar atau diberi keringanan dari masing-masing bank, dan dari sisi perbankan itu enggak harus buat cadangan," katanya.

Memang secara nilai, kata Anto, dampak restrukturisasi yang dirasakan debitur tidak begitu terasa. Namun, hal ini tetap membantu debitur agar tidak terbebani dengan cicilan kredit di saat likuiditas mereka seret gegara dampak Corona.

"Nah, dan ini nantinya akan dilanjutkan oleh pemerintah dengan adanya subsidi bunga dan penempatan likuiditas agar perusahaan pembiayaan beroperasi secara baik," tuturnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
OJK Catat Restrukturisasi Kredit per 29 Juni Capai Rp740,7 T Kepada 6,5 Juta Debitur
OJK Siap Terbitkan Kebijakan Relaksasi Lanjutan Percepat Pemulihan Ekonomi
Q&A: Membedah Kucuran Dana Rp30 Triliun ke Bank Pelat Merah
99 Entitas Investasi Ilegal Dibekukan, Mayoritas Perdagangan Berjangka
Penyebab Suburnya Fintech Ilegal di Indonesia, Termasuk Mudahnya Bikin Aplikasi
Satgas Waspada Investasi Temukan 105 Fintech Ilegal Selama Juni 2020

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami