OJK soal Kinerja Asuransi Jiwa: Selain Premi Turun, Nilai Aset juga Cenderung Turun

OJK soal Kinerja Asuransi Jiwa: Selain Premi Turun, Nilai Aset juga Cenderung Turun
OJK. ©2018 Merdeka.com
EKONOMI | 27 Oktober 2020 12:17 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penurunan kinerja industri asuransi di tengah pandemi. Meskipun sejak periode Juli hingga Agustus 2020 terdapat peningkatan, namun secara keseluruhan, industri asuransi masih harus bekerja keras untuk kembali bangkit.

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2A OJK, Ahmad Nasrullah menyatakan, secara keseluruhan, industri asuransi umum dan asuransi jiwa mengalami kontraksi sebesar -1,1 persen secara tahunan (yo/year on year) per Agustus 2020.

"Yang kena hit itu terutama asuransi jiwa, kalau bicara dalam konteks aset, karena selain premi turun, nilai aset juga cenderung turun," jelas Nasrullah dalam paparannya di webinar, Selasa (27/10).

OJK mencatat, pendapatan premi asuransi mengalami penurunan 6 persen (yoy). "Biasanya di asuransi umum dan asuransi jiwa tiap tahun naik minimal 10 hingga 17 persen. Aset juga masih bisa naik 5 hingga 12 persen," katanya.

Adapun, sebanyak 80 persen aset industri asuransi khususnya asuransi jiwa berada di pasar modal. Saat ini, kinerja pasar modal juga mengalami kontraksi baik saham, reksadana, obligasi hingga SUN. Selain dari segi aset dan premi investasi, kinerja industri asuransi juga didasarkan pada nilai investasi. Per Agustus 2020, investasi di industri ini mengalami kontraksi 2,6 persen.

"Sejak Covid-19 turun, sekarang sudah ada gerak naik, mudah-mudahan gerak terus. Biasanya pasar modal akhir tahun cenderung ada kenaikan, mudah-mudahan ini terjadi juga di aset asuransi komersial," kata Nasrullah.

2 dari 2 halaman

Masih Kondisi Sehat

sehat rev1

Namun demikian, Nasrullah menegaskan, industri asuransi saat ini masih berada dalam kondisi keuangan yang sehat. Hal tersebut tercermin dari tingkat Risk Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa yang menyentuh 502 persen dan industri asuransi umum sebesar 330 persen.

"Kalau kita lihat grafiknya cenderung turun meskipun ada batasan RBC minimal 120 persen, tapi secara rata-rata, industri asuransi jiwa RBC-nya 502 persen, jauh di atas ketentuan. Industri asuransi umum juga 330 persen," kata Nasrullah.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Digitalisasi Bisa Hindari Janji Manis Agen Asuransi
OJK soal Kinerja Asuransi Jiwa: Selain Premi Turun, Nilai Aset juga Cenderung Turun
Jelang Restrukturisasi, Manajemen Jiwasraya Verifikasi Data Pemegang Polis
Cairkan Dana Cadangan Rp100 Miliar ke OJK, Dirut Bumiputera Janjikan Bayar Klaim
Produk Baru, AIA Tawarkan Asuransi Jiwa dengan Premi Rp50.000

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami