OJK: Tawaran Pinjaman Lewat SMS, Dipastikan Dari Fintech Ilegal

OJK: Tawaran Pinjaman Lewat SMS, Dipastikan Dari Fintech Ilegal
UANG | 13 Juli 2020 16:18 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Fintech peer to peer (p2p) lending atau pinjaman online ilegal semakin marak di tengah pandemi Covid-19. Begitu banyaknya modus operandi fintech ilegal untuk menggaet korban membuat masyarakat tergiur dan tidak berpikir panjang mengambil pinjaman.

Salah satu contohnya melalui pesan singkat atau SMS. Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan Fintech OJK, Munawar Kasan, menyatakan jika masyarakat menerima SMS yang langsung menawarkan pinjaman dengan mengklik link, tanpa persetujuan pemilik gawai, sudah dipastikan itu ilegal.

"Di tengah pandemi ini banyak yang kirim SMS, misalnya. Nawarin butuh uang untuk sekolah anak, klik link ini, dan lain-lain. Nah, itu dipastikan ilegal," ujarnya dalam diskusi daring, Senin (13/7).

Munawar melanjutkan, pelaku fintech p2p yang legal dan terdaftar hukum tidak diperbolehkan menawarkan pinjaman atau beriklan tanpa seizin pemilik gawai dan pemilik nomor handphone.

Oleh karenanya, pesan singkat yang muncul dengan embel-embel menarik dipastikan bagian penawaran dari fintech p2p ilegal. Apalagi, ketika link diklik, calon korban bisa langsung meminjam uang dengan sangat mudah.

"Terus setelah klik link, dengan mudahnya pinjaman bisa cair. Tidak ada perhitungan atau kalkulasi kalau kita pinjam segini, bayar segini, bunga segini. Kalau di legal kan ada (kalkulasi)," imbuhnya.

1 dari 1 halaman

Laporkan SMS Pinjaman Ilegal Ke OJK

pinjaman ilegal ke ojk rev1

Oleh karenanya, Munawar mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak tergiur pinjaman yang tidak jelas asal-usulnya apalagi di tengah pandemi. Jikalau harus, maka masyarakat bisa memanfaatkan pinjaman dari fintech p2p lending yang legal, yang kepengurusannya tersertifikasi, lokasi kantornya jelas dan terdaftar di OJK.

Untuk mengetahui daftar penyelenggara Fintech P2P Lending yang terdaftar dan berizin di OJK, dapat membuka link OJK berikut:

https://www.ojk.go.id/id/kanal/iknb/data-dan-statistik/fintech/Pages/Statistik-Fintech-Lending-Periode-Bulan-April-2020.aspx

Masyarakat juga bisa menghubungi Kontak OJK 157 atau 081157157157 atau email konsumen@ojk.go.id dan waspadainvestasi@ojk.go.id. Untuk mengecek pinjaman online tersebut telah menjadi anggota AFPI, masyarakat bisa mengklik tautan www.afpi.or.id/members.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
OJK Blokir 2.591 Fintech Ilegal yang Diduga Didukung Mafia Internasional
OJK: Bank Butuh Pemilik Modal Kuat Untuk Bertahan di Tengah Pandemi Corona
Hindari PHK, OJK Siapkan Aturan Restrukturisasi Kredit untuk Korporasi
OJK Cabut 21 Izin Usaha Sektor Keuangan, Mayoritas di Pasar Modal
OJK Sebut Restrukturisasi Kredit Bantu Kuatkan Modal Perbankan
OJK Catat Restrukturisasi Kredit per 29 Juni Capai Rp 740,7 T Kepada 6,5 Juta Debitur
OJK Siap Terbitkan Kebijakan Relaksasi Lanjutan Percepat Pemulihan Ekonomi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami