Oktober 2019 Alami Inflasi Capai 0,02 Persen

UANG | 1 November 2019 09:37 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama bulan Oktober 2019 terjadi inflasi sebesar 0,02 persen. Sementara inflasi tahun kalender dari Januari-Oktober 2019 sebesar 2,22 persen, sedangkan inflasi tahun ke tahun sebesar 3,13 persen.

Kepala BPS Suhariyanto, mengatakan berbagai komoditas secara umum menunjukkan kenaikan tipis sepanjang Oktober 2019. Sebagian besar komoditas yang menunjukkan kenaikan yakni di antaranya cabai rawit.

"Perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober 2019 mengalami kenaikan tipis sekali. Hasil pemantauan BPS di 82 kota inflasi di Oktober 2019 inflasi sebesar 0,02 persen," ujar Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (1/11).

Dari 82 kota di Indonesia, 43 kota mengalami inflasi sementara 39 kota mengalami deflasi. Adapun inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 1,22 persen, sementara inflasi terendah terjadi di 3 wilayah yakni Pematangsiantar, Tual, dan Ternate 0,01 persen.

"Ada dua komoditas di Manado salah satunya cabai rawit. Dua komoditas pada bulan ini inflasi tertinggi ada di Manado," imbuhnya.

Sementara itu deflasi tertinggi terjadi di Balikpapan sebesar -0,69 persen, sedangkan deflasi terendah terjadi di Palopo sebesar -0,01 persen.

Adapun capaian inflasi pada September masih berada di bawah target yang ditetapkan oleh pemerintah dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar 3,5 persen. BPS berharap kondisi yang sama akan terjadi hingga akhir tahun.

"Deflasi tersebut masih berada di bawah target pemerintah. Dengan angka ini inflasi terkendali tinggal 2 bulan lagi target inflasi tercapai," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Survei Bank Indonesia

Survei pemantauan harga Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi di bulan Oktober 2019 berada di kisaran angka 0,02 persen. Hal itu disampaikan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo saat ditemui usai shalat jumat di Mesjid BI, Jumat (4/10).

"Sampai minggu 1 Oktober kita perkirakan di bulan Oktober itu ada sedikit kenaikan harga tapi kecil, hanya 0,02 persen month to month (mtm)," kata Perry.

Sementara itu, secara tahunan atau year on year (yoy) inflasi pada bulan Oktober adalah 3,13 persen. Angka ini sedikit turun dari bulan sebelumnya yang 3,39 persen.

"Jadi kalau kita bandingkan di bulan September dari BPS terjadi deflasi minus 2,7 persen dan yoy nya adalah 3,39 persen," ujarnya.

Inflasi ini disumbang oleh kenaikan harga beberapa komoditi. Namun kenaikan tersebut relatif kecil. "Nah beberapa harga yang mengalami kenaikan relatif kecil yaitu adalah daging ayam 0,03 persen, tomat sayur 0,01 persen," ujarnya.

Sementara itu, untuk beberapa jenis cabai terpantau masih deflasi. Misalnya cabai merah deflasi 0,07 persen, kemudian cabai rawit deflasi 0,03 persen.

"Demikian juga bawang merah deflasi 0,02, ayam ras juga deflasi 0,03 persen. Jadi yang pertama saya sampaikan harga harga tetap terkendali sampai bulan ini dan Insya Allah akhir tahun akan sesuai perkiraan kita akan di bawah titik tengah sasaran di bawah 3,5 persen menunjukan inflasi yang terjaga dan terkendali," tutupnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Jakarta Alami Deflasi 0,04 Persen di Bulan September
Survei BI Pantau Inflasi Oktober Diproyeksi Sebesar 0,02 Persen
Bos Bappenas Beberkan Alasan Pertumbuhan Ekonomi RI Merosot ke 5 Persen
September Deflasi, Pemerintah Harus Waspada Potensi Pelemahan Daya Beli
KSPI: Upah Minimum Bukan Berdasarkan Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Sri Mulyani Bantah Ada Penurunan Daya Beli di September 2019

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.