Ombudsman Sayangkan Pernyataan 'Tak Dukung Jokowi Jangan Pakai Jalan Tol'

UANG | 4 Februari 2019 14:53 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Publik sempat dihebohkan oleh pernyataan Ketua DPC PDIP Kota Semarang Hendrar Prihadi yang meminta pengusaha yang tidak mendukung Jokowi-Ma'ruf maka tidak usah memakai jalan tol.

Anggota Ombudsman RI, Alamsyah Saragih menyayangkan hal tersebut. Dia menilai hal tersebut tidak patut dilakukan meski dalam rangka kampanye.

"Menurut saya pelayanan publik untuk semua ya. Kalau becanda, oke lah. Kalau disampaikan dengan serius menurut saya tidak patut seorang kepala daerah seperti itu, kecuali hanya bercanda kan kadang-kadang suka begitu. Tapi kalau itu dianggap sebagai bagian dari proses kampanye, itu sesat," kata dia saat ditemui di kantornya, Senin (4/2).

Dia mengatakan, Ombudsman tidak dapat memberi rekomendasi terhadap insiden tersebut. Namun Alamsyah yakin hal itu menimbulkan efek jera dengan dampak yang ditimbulkan setelahnya.

"Yakin sudah berpikir efeknya seperti ini, dibully di media massa. Tidak usah kita buang-buang energi juga mengingatkan. Kan kapok sendiri setelah dibully, kecuali yang dampaknya ke masyarakat merugikan biasanya kita akan rekomendasi. Kalau ini karena perilakunya dia rasakan sendiri akibatnya," ujarnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan Ombudsman baru dapat bertindak jika hal tersebut tidak hanya menjadi ujaran tapi diterapkan. Misalnya memberlakukan larangan masuk jalan tol untuk kalangan tertentu. Namun dia menegaskan pihaknya mengecam adanya pernyataan tersebut. Sebab fasilitas umum diperuntukkan bagi publik tanpa ada diskriminasi.

"Ombudsman tidak merasa perlu untuk mengingatkan buang-buang energi untuk merekomendasikan. Karena instrumen rekomendasi kita punya kekuatan hukum, nah maka jauh lebih baik memantau saja, dan saya pikir kapok lah dia setelah dibully di medsos gitu ya," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Kota Semarang Hendrar Prihadi mengajak para pengusaha di Jawa Tengah mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri silaturahmi Jokowi dengan paguyuban pengusaha Jawa Tengah di Semarang Town Square.

"Mari kita dukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Ada yang pernah lewat jalan tol? Berapa lama dari Semarang ke Jakarta?" tanya Hendrar di hadapan para pengusaha, Sabtu (2/2).

Para pengusaha yang hadir kompak menjawab "5 jam," teriak mereka.

Hendrar yang juga Wali Kota Semarang itu menyebut jika para pengusaha ini tidak mendukung Jokowi-Ma'ruf maka tidak usah memakai jalan tol.

"Kalau tidak mau mendukung Jokowi jangan pakai jalan tol," ungkap Hendrar yang disambut tawa para hadirin.

Kemudian, dia meminta kepada para pengusaha agar memastikan dukungan kepada paslon nomor urut 01. "Kalau punya pacarnya tidak dukung Jokowi, ganti pacar yang pilih Jokowi," ungkap Hendrar.

Dalam pertemuan ini, hadir Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Jokowi-Ma'ruf, Bahlil Lahadalia, Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding.

Baca juga:
Jokowi: 40 Tahun NKRI Hanya Bangun 780 Km Jalan Tol, Kita Dalam 4 Tahun Bangun 782 Km
Jokowi Sindir Pengkritik Proyek Infrastruktur: Ada yang Bilang Enggak Mau Makan Tol
Ketua PDIP Semarang: Kalau Tidak Mau Dukung Jokowi Jangan Pakai Jalan Tol
Kondisi Tol Tangerang-Merak Penuh Lubang dan Minim Lampu Jalan
Tolak Motor Masuk Tol, BPTJ Sebut Masyarakat Akan Makin Sulit Pindah ke Angkutan Umum
Sepeda Motor Boleh Masuk Tol Jalur Khusus Untuk Beri Keadilan Pengendara

(mdk/idr)