Ombudsman Sebut Bursa Efek Indonesia Kumuh seperti Pasar Kramat Jati

UANG | 18 Januari 2020 17:36 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Anggota Ombudsman Alamsyah Saragih menyoroti kinerja bursa efek tanah air. Dia bahkan menggunakan kata 'kumuh' untuk menilai kondisi pasar modal saat ini.

Hal ini berkaca dari banyaknya hasil temuan Kejaksaan Agung terkait transaksi yang melanggar hukum. Diketahui Kejaksaan Agung sempat memeriksa 5.000 transaksi investasi Jiwasraya yang kemudian bertambah menjadi 55.000.

"Kejaksaan bilang ada 5.000 transaksi melanggar hukum. Kemarin naik lagi 55.000," kata dia, dalam diskusi, di Jakarta, Sabtu (18/1).

Hal ini, kata dia, jelas menunjukkan betapa kumuhnya Bursa Efek Indonesia (BEI). Bertolak belakang dengan pelaku bursa selalu tampil rapi.

"Kita lihat semua orang berdasi dan lain sebagainya, tapi perilakunya kayak pasar Kramat Jati. Jadi kita lihat ini salah satu yang harus diperbaiki," tegasnya.

Terkait siapa saja pihak yang menikmati duit dari investasi Jiwasraya, kata dia, sesungguhnya dapat ditelusuri. "Kalau mau ditelusuri bisa. Kalau dilakukan tentu harus kerja sama kejaksaan dengan PPATK. Setelah terlihat transaksi, terlihat arus keuangan," tandasnya. (mdk/did)

Baca juga:
Obligasi Bunga 8,1 Persen Lippo Karawaci Kelebihan Permintaan 4,5 Kali
BPJamsostek Pastikan Tak Investasi di Saham Gorengan
IHSG Ditutup Menguat di Level 6.296
OJK akan Wajibkan Asuransi dkk Lapor Investasi Saham dan Reksadananya Tiap Bulan
Kementerian BUMN Benarkan Asabri Rugi Akibat Salah Tempatkan Saham
Resmi IPO, Harga Saham INDO Melonjak 70 Persen
Isu Saham Gorengan Tak Pengaruhi Minat Investor Asing Tanamkan Modal di RI

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.