OPEC Pangkas Produksi, Harga Minyak Mentah Indonesia Naik USD 11 per Barel

OPEC Pangkas Produksi, Harga Minyak Mentah Indonesia Naik USD 11 per Barel
UANG | 6 Juli 2020 11:18 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Tim Harga Minyak Indonesia Kementerian ESDM mencatat harga minyak mentah Indonesia (Indonesian crude price/ICP) pada Juni 2020 mengalami kenaikan USD 11,01 menjadi USD 36,68 per barel dibandingkan Mei 2020 yang USD 25,67 per barel.

"Perkembangan harga minyak mentah di pasar internasional pada Juni 2020 yang meningkat dibandingkan Mei 2020 turut mempengaruhi rata-rata ICP," sebut Tim Harga, dikutip dari laman Kementerian ESDM di Jakarta.

Menurut Tim Harga, harga minyak mentah internasional naik antara lain disebabkan kesepakatan OPEC+ untuk melanjutkan pemangkasan produksi dengan angka penurunan sebesar 9,7 juta barel minyak per hari sampai Juli 2020. OPEC+ juga memastikan tingkat kepatuhan para anggotanya dalam mendukung pemangkasan produksi sesuai dengan kuota masing-masing negara.

Faktor lainnya adalah penurunan ekspor minyak mentah Rusia pada Juni 2020, mencapai angka terendah dalam 10 tahun terakhir.

Selain itu, International Energy Agency (IEA) pada laporan Juni 2020, memperkirakan permintaan minyak mentah pada 2020 mencapai 91,7 juta barel per hari atau melebihi ekspektasi pasar sebesar 500 ribu barel per hari dibandingkan Mei 2020, sebagai akibat peningkatan permintaan BBM seiring pelonggaran kebijakan penguncian.

Tim Harga juga memaparkan, OPEC melalui laporan Juni 2020 menyampaikan perkiraan produksi minyak mentah negara non-OPEC pada 2020 sebesar 61,8 juta barel per hari atau menurun tipis 3,8 ribu barel per hari dibandingkan perkiraan Mei 2020, seiring penurunan produksi beberapa negara, seperti Rusia, Oman, Meksiko, Kazakhstan, dan Azerbaijan.

"Terjadi pula penurunan penggunaan oil rig di AS sebesar 71 persen (690 unit) selama 2020, menjadi 279 unit, seiring tidak diproduksikannya sumur-sumur minyak akibat rendahnya harga minyak, penurunan permintaan minyak, dan keterbatasan tangki penyimpanan minyak mentah," tambah Tim Harga.

Kenaikan harga minyak mentah internasional juga disebabkan laporan Energy Information Administration (EIA) mengenai penurunan stok produk gasoline AS pada Juni 2020 sebesar 2,5 juta barel menjadi sebesar 255,3 juta barel dibandingkan Mei 2020.

Terakhir, peningkatan purchasing managers' index (PMI) AS dan beberapa negara Eropa yang meningkatkan sentimen positif pasar terkait perbaikan ekonomi global.

1 dari 1 halaman

Kawasan Asia Pasifik

pasifik rev1

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi oleh berkurangnya pasokan minyak Arab Saudi dan Irak di Asia seiring peningkatan kepatuhan anggota OPEC+ atas kesepakatan pemangkasan produksi.

Alasan lainnya, kenaikan tingkat pengolahan kilang di China dan Korea Selatan, perbaikan permintaan minyak mentah yang cukup signifikan di China dan India, serta sejumlah negara di Asia mulai melonggarkan kebijakan penguncian untuk menggerakkan kembali perekonomian.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama internasional sebagai berikut:

1. Dated Brent naik USD 11,09 per barel dari USD 28,98 per barel menjadi USD 40,07 per barel.

2. WTI (Nymex) naik USD 9,78 per barel dari USD 28,53 per barel menjadi USD 38,31 per barel.

3. Basket OPEC naik USD 11,82 per barel dari USD 25,17 per barel menjadi USD 36,99 per barel.

4. Brent (ICE) naik USD 8,36 per barel dari USD 32,41 per barel menjadi USD 40,77 per barel. (mdk/idr)

Baca juga:
SKK Migas Perkirakan Investasi Hulu Migas di 2020 Turun Jadi USD 11,8 Miliar
Harga Minyak Dunia Naik Tipis di Tengah Pemangkasan Produksi
Bos SKK Migas Ungkap 3 Alasan Realisasi Penerimaan Migas 2020 Ditaksir Hanya Rp 83 T
Alasan Harga BBM Tak Kunjung Turun Versi Menteri Sri Mulyani
Harga Minyak Naik di Tengah Optimisme Pengurangan Produksi OPEC
Mei 2020, Ekspor RI Turun Tajam Mencapai USD 10,53 Miliar

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami