Optimalkan TKDN, Pertamina Diminta Gunakan Bahan Baku dari Krakatau Steel

Optimalkan TKDN, Pertamina Diminta Gunakan Bahan Baku dari Krakatau Steel
UANG | 14 Juli 2020 14:10 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Pertamina melakukan Penandatanganan Perjanjian Potensi Kerjasama dengan Perusahaan Galangan Kapal Nasional BUMN yang tergabung dalam KIM (Klaster Industri Manufaktur), untuk mengoptimalkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Kerjasama ini juga dalam rangka pembangunan dan pemeliharaan atau perawatan kapal milik Pertamina.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Budi Gunadi Sadikin mengimbau, agar Direktur Pertamina Nicke Widyawati dan Ketua Klaster Industri Manufaktur yang juga sebagai Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero) Fajar Harry Sampurno bisa memanfaatkan bahan baku dari Krakatau Steel.

Menurut Budi, Pertamina dapat mengoptimalkan Perjanjian Potensi Kerja Sama ini agar harga dan kualitas yang diperoleh tetap sesuai, namun dapat mendorong perputaran ekonomi di dalam negeri. Budi berharap, di tengah Covid-19 ini, Pertamina maupun sesama BUMN lainnya dapat saling membantu sehingga kerjasama kedepan bisa lebih baik lagi.

"Jadi saya juga titip Pak Hari, kalau ini sudah dikasih proyek sama Ibu Nicke ya kalau bisa belinya dari Krakatau Steel. Kalau Krakatau Steel harganya enggak bagus ya panggil Pak Silmi (Dirut KS) minta harga yang bagus," kata Budi, Selasa (14/7).

Dia menjelaskan, kondisi Krakatau Steel tengah tidak baik. Oleh karenanya, dia mengajak Pertamina beserta BUMN lain untuk membantu perusahaan produsen baja tersebut, dengan cara membeli hasil produksi KS.

Di sisi lain, Budi menilai langkah pembelian bahan baku lewat KRAS juga sebagai upaya pemerintah meningkatkan industri dalam negeri lewat peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri. "Bersedekah ke KS. Mudah-mudahan dirut-dirut BUMN tidak lupa sedekah ke KS. Karena KS kondisinya sedang susah," imbuhnya.

1 dari 1 halaman

Kerjasama Perawatan Kapal

kapal

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menjelaskan bahwa Pertamina senantiasa memperhatikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam setiap pengelolaan bisnis dan proyeknya. Perusahaan berupaya agar kontribusi nasional tetap optimal termasuk dalam pengadaan kapal milik Pertamina.

"Dalam 5 tahun ke depan, Pertamina akan melakukan pengadaan 48 kapal dan sebanyak 15 kapal akan dilakukan di dalam negeri. Inilah yang bisa dijadikan langkah awal untuk pengembangan galangan kapal dalam negeri sehingga bisa memperkuat bisnis dalam negeri," ujar Nicke.

Nicke menuturkan, kerja sama dengan BUMN Perkapalan ini juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas Pertamina melalui ketepatan dan percepatan dalam penanganan pemeliharaan, perbaikan dan penggantian komponen kapal serta fasilitas pendukung lainnya.

"Nantinya akan lebih fleksibel sehingga bisa melakukan docking di lokasi terdekat. Hal ini juga akan menjadikan perawatan dan pemeliharaan kapal Pertamina lebih efisien," imbuh Nicke.

Nicke menambahkan, Pertamina berkomitmen untuk mengawal TKDN sejak tahap perencanaan sampai monitoring dan implementasinya di seluruh subholding. "Sejak awal desainnya juga sudah mengakomodir tingkat TKDN, dengan melibatkan kerja sama Kemenperin dan BKPM," pungkasnya.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Pertamina Gandeng 3 BUMN Galangan untuk Perawatan Kapal
Wamen BUMN: Penggunaan Bahan Baku Pertamina Jadi Perhatian Menko Luhut
Efisiensi Biaya Operasional, Garuda Indonesia Bakal Tawarkan Pensiun Dini ke Karyawan
Garuda Indonesia Minta Dana Talangan Rp 8,5 Triliun Cair Tahun Ini
Bos Bulog Soal Krisis Pangan: Tak Usah Khawatir, Kita Sekarang Masih Panen
Buah Kejujuran, Ini Daftar Hadiah Diterima Petugas KRL Kembalikan Uang Rp500 Juta

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami