Orang Terkaya Dunia Potong Tunjangan Kesehatan 1.900 Karyawannya

UANG | 30 September 2019 07:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ritel makanan dan minuman milik pendiri Amazon Jeff Bezos, Whole Foods memutuskan memotong tunjangan kesehatan bagi karyawan paruh waktunya. Keputusan yang diambil orang terkaya di dunia ini tentu membuat mereka kehilangan manfaat yang menjamin kesehatan di kemudian hari.

Melansir laman Business Insider, setidaknya 1.900 orang yang berstatus pekerja paruh waktu kecewa dan menilai Bezos tidak menepati janji manisnya.

Seorang karyawan Whole Foods yang telah bekerja hingga 15 tahun mengatakan, keputusan perusahaan memberatkan keluarga yang menggantungkan benefit kesehatan dari fasilitas perusahaan. Biaya kesehatan memang tidak murah.

Apalagi diketahui dirinya bergabung dengan 180 CEO perusahaan besar di Apple dan berdiskusi tentang komitmen 'memberikan nilai pada semua pemangku kepentingan' dalam kelompok industri Business Roundtable.

Tapi Amazon membela diri dengan mengatakan kalau karyawan paruh waktu akan dipindahkan menjadi karyawan penuh, dan perubahan ini diklaim menghasilkan jadwal kerja yang adil dan efisien.

Sebagai informasi, Jeff Bezos mengakuisisi Whole Foods senilai USD 13,7 miliar tahun 2017 lalu.

Sebelumnya, perusahaan milik miliarder ini banyak jadi sorotan, mulai dari aksi karyawan Amazon yang akan turun ke jalan perihal isu iklum hingga surat kabar Express Post atau The Post yang dilaporkan tutup.

1 dari 1 halaman

Nasehat Jeff Bezos dalam Berbisnis

Jeff Bezos memberikan pesan bagi pengusaha yang ingin memulai bisnisnya. Yakni, bersiap untuk mengambil resiko besar dan gagal.

"Ambil resiko. Anda harus mengambil resiko, beranikan diri untuk bereksperimen," kata Jeff Bezos seperti mengutip laman entrepreneur.com.

Dia mengakui jika pada masa awal, mungkin beberapa eksperimen akan gagal. Namun hal ini dinilai menjadi bagian penting dari perjalanan menuju kesuksesan.

"Kami mengambil resiko setiap saat dan kami selalu berbicara tentang kegagalan," jelas Jeff Bezos.

Menurut dia, kegagalan akan menggerakkan semuanya. Jika gagal yang tidak masalah.

Mulanya Jeff Bezos mendirikan Amazon pada tahun 1995 dan saat itu hanya memiliki 10 karyawan. Sejak saat itu ia telah mengubah perusahaannya menjadi yang paling utama di dunia.

Perusahaannya hampir memiliki kapasitas USD 860 miliar. Jeff mengatakan bahwa selain mengambil resiko dan gagal, seorang pengusaha juga harus memiliki jiwa semangat.

Terlebih di atas semua itu, pengusaha harus terobsesi dengan pelanggan. "Jangan memuaskan mereka, tetapi senangi mereka," tutup Jeff Bezos.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
4 Pemain Bulutangkis Terkaya di Dunia, Adakah dari Indonesia?
Bill Gates Hibahkan Rp492 Triliun untuk Amal
Mengupas Data 5 Negara Terkaya di Benua Afrika
Miliuner ini Makin Kaya Rp28 T per Hari Karena Kilang Terbesar Dunia Diserang
Kisah Orang Terkaya Yusaku Maezawa, Mantan Pemain Band yang Kini Berharta Rp83 T

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.