Pahami Dulu Hal Berikut Sebelum Memutuskan Mengajukan KPR

Pahami Dulu Hal Berikut Sebelum Memutuskan Mengajukan KPR
Aktifitas Teller Bank BRi. ©2012 Merdeka.com
EKONOMI | 4 Desember 2021 07:00 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Memiliki rumah mungkin menjadi salah satu impian banyak orang. Namun seiring dengan populasi manusia yang meningkat, harga rumah pun selalu naik setiap tahunnya. Oleh karena itu, kondisi ini dimanfaatkan bank untuk menawarkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Kredit Pemilikan Rumah atau KPR adalah suatu fasilitas kredit yang digunakan untuk membeli rumah, ruko, ataupun jenis properti lainnya. Cicilan tentunya memudahkan masyarakat dalam memiliki hunian impiannya meskipun belum mempunyai uang tunai yang mencukupi.

Anda hanya perlu menyiapkan dana untuk uang muka alias down payment (DP) sebagai setoran awal KPR dan sisanya akan dicicil setiap dengan jumlah yang telah ditentukan.

Co-Founder Ternak Uang, Felicia Putri Tjiasaka mengingatkan bahwa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan KPR. Berikut beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum mengajukan KPR.

2 dari 3 halaman

Seluk Beluk KPR

kpr

Sebelum memutuskan untuk mengajukan KPR, Anda terlebih dahulu harus mengetahui cara 'bermain' KPR. Pertama, perlu diingat sebelum mengajukan KPR, Anda harus membayar uang muka alias down payment (DP). Biasanya, nilai DP 20 persen dan sisanya diangsur atau dicicil maksimal 15-20 tahun.

"Nah, cicilan ini harus disesuaikan dengan kemampuan kita. Untuk diketahui, jumlah cicilan itu maksimal 30 persen dari total penghasilan bulanan yang diterima," kata Feli dalam riset resmi, Jakarta, Jumat (3/12).

Sebagai contoh, apabila seseorang punya pendapatan Rp10 juta per bulan, maka cicilan KPR yang disarankan adalah maks. Rp3 juta setiap bulannya.

Namun perlu dicatat, persentase cicilan tersebut juga bersifat akumulatif. Artinya, jika si pengaju KPR juga punya angsuran lainnya, misalnya cicilan motor Rp 1 juta/bulan, maka besar maksimal cicilan KPR yang ditanggung adalah sebesar Rp 2 juta.

Kedua, biaya KPR bukan hanya angsuran pokok dan bunga KPR, tapi juga ada biaya lainnya, seperti biaya appraisal, yaitu biaya untuk survei rumah yang akan ditaksir. Biaya tersebut berkisar sekitar Rp1-Rp1,5 juta.

Lalu ada biaya administrasi sekitar Rp500 ribu, hingga biaya provisi senilai 1 persen dari pinjaman KPR. Tak lupa, Anda juga harus menganggarkan dana asuransi jiwa dan kebakaran, yang besarannya tergantung umur pengaju cicilan dan nilai rumah yang akan dicicil.

Selain itu, ada juga beberapa biaya lainnya yang harus dibayar pengaju KPR, mulai dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), biaya balik nama, biaya notaris, dan Akta Jual Beli (AJB). Jika dihitung totalnya, biaya lain-lain itu mencapai sekitar 8-10 persen dari nilai rumah yang dibeli.

3 dari 3 halaman

Jenis-Jenis Bunga KPR

bunga kpr

Bunga fixed, bunga yang ditetapkan sejak awal akad, biasanya konstan (flat) untuk jangka waktu tertentu. "Misal, bunga fixed 5 persen untuk 5 tahun pertama. Ya selama periode tersebut, bunga yang dikenakan sebesar 5 persen," ungkapnya.

Ketika memasuki tahun ke-6 dan seterusnya, pembayaran KPR akan dipengaruhi bunga cap atau floating. Bunga cap sendiri adalah bunga yang batas atasnya sudah ditentukan. Misalnya batas atasnya adalah 10 persen. Jadi sampai cicilan selesai, bunga yang dibebankan kepada pencicil rumah tidak akan melebihi 10 persen.

Ketiga, ada bunga floating. Artinya, bunga yang dibebankan mengikuti suku bunga Bank Indonesia. Tidak ada batasnya dan bisa berubah tiap tahunnya.

Apabila dilunasi kurang dari tenor yang ditentukan, pencicil rumah akan kena penalti sebesar 2-3 persen dari sisa harga pokok KPR. Jika waktunya melebihi tenor, maka akan dikenakan bunga floating.

  (mdk/bim)

Baca juga:
Peserta BPJamsostek Bisa Dapat KPR dan Bantuan DP Rumah, Cek Syaratnya
Tahun Depan, BFI Finance Beri Layanan KPR
Dorong Perumahan Ramah Lingkungan, BTN Sediakan Kompor Listrik untuk Debitur KPR
Strategi BTN Kejar Target Penyaluran KPR untuk 11.000 Unit Hingga Akhir Tahun 2021
Prajurit TNI Bisa Cari Rumah dan Ajukan KPR Bank BTN Secara Online, Begini Caranya
Backlog Perumahan Masih Tinggi, SMF Kucurkan Rp479 Miliar untuk KPR Syariah Bank DKI
Prosedur & Dokumen Harus Disiapkan saat Ajukan KPR Subsidi BPJS Ketenagakerjaan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami