Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Rumah Sakit RI Rebut Kembali Pasar Domestik

Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Rumah Sakit RI Rebut Kembali Pasar Domestik
UANG | 13 Juli 2020 11:24 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Direktur Indonesia Medical Tourism Board (IMTB), Yudiyantho menyebut bahwa pandemi covid-19 bisa menjadi momentum bagi rumah sakit di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia untuk meningkatkan layanan agar tidak kalah dengan luar negeri.

"Kondisi wabah seperti sekarang ini sejumlah negara termasuk Singapura melarang pasien baru datang berobat ke rumah sakit sehingga ini bisa menjadi momentum bagi rumah sakit untuk meningkatkan standar layanan," katanya dikutip dari Antara, Senin (13/7).

Dia mengatakan banyak rumah sakit di Indonesia yang sebenarnya sudah mengantongi akreditasi internasional serta mendapat pengakuan oleh lembaga internasional untuk mutu pelayanan kesehatan.

"Ada beberapa di Jakarta seperti Jakarta Eye Center, Morula IVF, dan RSPAD Gatot Subroto, serta beberapa lainnya termasuk di daerah. Rumah sakit-rumah sakit ini mampu bersaing dengan yang ada di Malaysia dan Singapura," katanya.

"Seharusnya dengan banyaknya rumah sakit memiliki mutu dan layanan setara negara maju, masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri, seperti ke Malaysia, Singapura, atau Australia," ujarnya.

Menurutnya, di tengah pandemi ini justru merupakan peluang besar bagi penyedia layanan kesehatan di Indonesia untuk dapat memberikan layanan kesehatan bagi yang terbiasa melakukan perjalanan wisata medis ke luar negeri.

Yudiyantho mengatakan, berdasarkan data yang dirilis Indonesia Services Dialog (ISD), setiap tahun setidaknya orang Indonesia mengeluarkan uang Rp100 triliun untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di luar negeri.

Menurutnya, masih dari survei yang sama, jumlah orang Indonesia yang berobat ke luar negeri mengalami peningkatan hampir 100 persen selama 10 tahun terakhir. Jika di tahun 2006 terdapat 350 ribu orang pasien, tahun 2015 melonjak menjadi 600 ribu pasien.

"Artinya, potensi kehilangan devisa di bidang wisata medis (medical tourism) sangat besar," kata dia.

1 dari 1 halaman

Rebut Pasar Domestik

domestik rev1

Untuk merebut momen tersebut, Yudiyantho mengatakan seluruh pemangku kepentingan wisata medis Indonesia harus bekerjasama untuk merebut pasar domestik dengan dengan tujuan yang sama.

"Kunci merebut pasar domestik adalah edukasi dan promosi kepada masyarakat Indonesia. Kita tunjukkan bahwa kualitas dan layanan kesehatan Indonesia sangat baik," tegasnya.

Namun, dia menambahkan, dalam hal menyediakan layanan kesehatan prima dan mengembangkan wisata medis di Indonesia, semua pemegang kepentingan sebaiknya dapat mengeluarkan kebijakan yang bisa mendukung program wisata medis dalam negeri.

"Tentu saja semua ini akan bisa berjalan dengan baik dengan adanya dukungan penuh pemerintah terutama dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan juga BUMN terkait. Dengan begitu sinergi akan terbentuk dengan membantu promosi secara beriringan dengan pihak swasta sehingga Indonesia dapat bersaing dalam kancah wisata medis dunia," kata dia. (mdk/idr)

Baca juga:
Anggota DPRD Jateng Syamsul Bahri Meninggal Dunia Akibat Covid-19
Tiga Petinggi Universitas Sumatra Utara Positif COVID-19, Ini 4 Faktanya
Jokowi Minta Provinsi Ini Jadi Prioritas Penanganan Covid-19
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, IDI Minta Pemerintah Evaluasi New Normal
Sumbang APD ke IDI, Ibas Ibaratkan Perang Tanpa Senjata Lawan Covid-19
Hasil Tes Swab Massal di Banyumas, 18 Orang Positif Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami