Pandemi Covid-19 Munculkan Banyak Pengusaha UMKM, Persaingan Makin Ketat

Pandemi Covid-19 Munculkan Banyak Pengusaha UMKM, Persaingan Makin Ketat
UMKM. ©2020 Merdeka.com
EKONOMI | 7 Oktober 2020 15:08 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut bahwa banyak masyarakat yang beralih profesi berjualan produk UMKM selama pandemi covid-19. Ini kemudian menimbulkan persaingan yang ketat di level UMKM.

Adanya kebijakan pemerintah terkait pembatasan usaha di masa pandemi covid-19, membuat pekerja di sektor formal kehilangan pekerjaan, di PHK sementara, dirumahkan dan sebagainya. Mereka selanjutnya masuk ke sektor UMKM untuk bertahan hidup. Bahkan sekelas pilot, dokter gigi dan kelompok profesional lainnya ada yang berjualan dari rumah baik secara offline maupun online.

:Saya kira ini suatu hal yang wajar, cuma memang akibatnya apa persaingan di UMKM sekarang menjadi semakin tinggi, jumlah UMKM ini sudah besar sekali 64 juta. Di Jakarta saja di 1 RW ada 100 rumah dan warungnya ada 25, sekarang berarti harus nambah lagi jadi persaingan di bawah ini," kata Teten dalam Berani Berubah: Cara Kreatif Bertahan di Masa Pandemi, Rabu (7/10).

Dampaknya, pendapatan antar pelaku UMKM yang sebelumnya harus terbagi dengan UMKM baru di masa pandemi. Kendati begitu, dia mengapresiasi pelaku UMKM yang melakukan adaptasi bisnis dan melakukan inovasi produk.

"Saya melihat ada beberapa hal yang alih profesi karena memang tidak ada pilihan lain, tetapi juga UMKM di tengah pandemi covid ada yang melakukan adaptasi bisnis dan inovasi produk yang mungkin menyesuaikan dengan market yang baru," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Permintaan saat Pandemi

pandemi

Permintaan saat pandemi ini tidak terbatas pada kebutuhan pokok saja, melainkan muncul permintaan di sektor lain, seperti pemeliharaan Kesehatan, home décor, tanaman hias, ikan hias, kata Teten menjadi produk yang sedang naik daun saat ini.

"Orang sekarang di rumah juga lebih senang mempercantik rumah, jadi produk-produk home decor juga meningkat. Ini yang saya kira kecerdasan UMKM dalam merespon perkembangan market yang baru atau banting setir agar bisa bertahan," pungkasnya.

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami