Pariwisata Dibuka Besok, Pemerintah Diharap Segara Gelar Rapat di Bali

Pariwisata Dibuka Besok, Pemerintah Diharap Segara Gelar Rapat di Bali
UANG | 30 Juli 2020 22:21 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Wishnutama Kusubandio berharap pariwista di Bali bisa meningkat usai dibuka untuk wisatawan nusantara atau domestik.

"Saya sangat berharap meningkatkan kembali pariwisata ini," kata Wishnutama saat di acara Deklarasi Program Kepariwisataan dalam Tatanan Kehidupan Bali Era Baru, Digitalisasi Pariwisata Berbasis Qris, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (30/7).

Namun, Menteri Wishnutama berharap pariwisata di Bali, tetap menjaga protokol kesehatan yang baik. Sehingga, wisawatan yang datang ke Pulau Dewata, merasa aman dan nyaman. Selain itu, saat ditanya apakah ada mekanisme bila nanti ada klaster ke dua terkait Covid-19 di Bali. Pihaknya, mengantakan bahwa saat ini berupaya dulu lebih baik.

"Iya, tentunya pasti mereka (wisatawan) harapkan protokol kesehatan yang baik. Aman, dan rasa nyaman pada saat ke sini. Kita, harus berupaya dulu sebaik mungkin," ujarnya.

Sementara, di tempat yang sama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace, menyampaikan bahwa dibukanya pariwisata di Bali, karena tingkat kesembuhan pasien Covid-19 sudah mencapai 82,9 persen.

"Sekarang kita sudah berada di 82,9 (persen). Sudah, meningkat kesembuhan hari ini, yang kemarin hanya 81,9 persen. Kita tetap harus optimis. Namun, demikian tidak boleh abai, tidak boleh lalai. Karena betul-betul, kita (tidak) bisa duga penularan dan lain sebagainya," ujarnya.

Sementara, untuk mekanisme bila nanti ada klaster kedua. Pihaknya, tentu sudah mengantisipasi hal tersebut secepat mungkin. Sehingga, tidak terjadi adanya klaster kedua.

"Iya ini, usaha pemerintah meningkatkan kapasitas rumah sakit. Kemudian, di lapangan (mendeteksi) kita berjenjang dari provinsi, kabupaten dan desa. Jadi, kita harapkan kalau ada hal-hal kita tidak bisa monitor dari provinsi, setidaknya-tidaknya Satgas Gotong Royong di lapangan sudah bisa mendeteksi lebih awal," ujar Cok Ace.

1 dari 1 halaman

Harap Pemerintah Gelar Rapat

gelar rapat rev1

Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan, dengan dibukanya pariwisata nusantara atau domestik pada Jumat (31/7) besok, rapat-rapat atau pertemuan kementerian dan lembaga di Jakarta agar digelar di Pulau Dewata.

"Kami memohon kepada bapak Menko dan juga Bapak Menteri Pariwisata, kiranya agenda kegiatan kementerian dan lembaga yang ada di Jakarta supaya mulai mengadakan rapat-rapat di Provinsi Bali," kata Koster.

Menurutnya, bila rapat atau agenda kementerian dan lembaga digelar di Pulau Dewata. Maka, hotel, restoran, transportasi serta pelaku usaha kecil menengah dan Koperasi kembali dapat bergerak perekonomiannya.

"Sehingga, harapan Bapak Presiden pada triwulan ke tiga, perekonomian kita sudah mulai membaik. Kami berharap, agar aktivitas perekonomian yang ada di Bali ini bisa didukung penuh oleh Bapak Menko. Kususnya, berkaitan dengan upaya kami di Bali untuk menggerakkan kepariwisataan serta menata perekonomian pembangunan infrastruktur yang ada di Bali," imbunya.

Selain itu, Koster juga meminta agar larangan turis asing masuk ke Indonesia segera direvisi. Aturan tersebut tertuang di Perkemenkum HAM nomor 11 Tahun 2020. Karena, menurutnya pada 11 September 2020 mendatang akan membuka pariwisata mancanegara.

"Pada tanggal 11 September, yaitu mulai aktivitas pariwisata dengan mengundang wisawatan mancanegara. Kami, ingin melaporkan kepada Bapak Menko dan Menteri pariwisata, kami sangat berharap agar tahapam ini bisa dijalankan," terangnya.

"Untuk itu kami mohon, agar Peraturan Menteri Hukum dan HAM, Nomor 11 Tahun 2020 tentang pelarangan sementara kedatangan orang luar negeri masuk wilayah negara Indonesia kiranya dapat dievaluasi. Sebab, kalau ini berlaku maka tahapan ketiga untuk kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia termasuk ke Bali, itu tidak akan bisa berjalan," sambungnya.

Korster juga menyatakan, bahwa pihaknya juga sudah menghubungi Menteri Luar Negeri (Menlu) dan Menteri Hukum dan HAM untuk soal pembicaraan tersebut. "Kami sempat teleponan dengan ibu Menlu dan Bapak Menkumham akan datang pada tanggal 10 Agustus yang akan datang untuk membicarakan rencana ini. Agar bisa, dimulai dengan aktivitas mancanegara datang ke Indonesia dan terutama sekali datang ke. Bali," ujarnya.

"Kami sangat berharap, Bapak Menko agar bisa membahas ini dalam sidang kabinet. Supaya Bali diberikan prioritas dengan dimulainya aktivitas pariwisata, khususnya wisatawan mancanegara," jelasnya.

Menurut Koster, jika aturan Perkemenkum HAM nomor 11 Tahun 2020 tetap diberlakukan. Maka pariwisata di Bali akan semakin terpuruk.

"Semakin lama diberlakukan semakin sulit keadaan di Provinsi Bali. Semakin terpuruk dunia kepariwisataan di Bali, makin terpuruk dunia pelaku usaha yang ada di Bali. Karena itu, kami sangat berharap agenda tahap satu, dua dan tiga ini berjalan dan sebaik-baik-nya," ujar Koster. (mdk/idr)

Baca juga:
Menko Luhut: Pariwisata Domestik di Bali Mulai Dibuka karena Sebagian Zona Hijau
Menko Luhut & Menkes Terawan Hadiri Pembukaan Wisata Domestik di Bali
Presiden Jokowi Berharap Bali Segera Pulih dari Pandemi Covid-19
Kasus Sembuh Corona Meningkat, Wagub Bali Minta Jajaran Matangkan Pemulihan Ekonomi
Pariwisata Domestik di Bali Dibuka 31 Juli
Berada di Tengah Hutan, Ini Potret Hotel Unik di Bali jadi Terbaik Sedunia

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami