Pasar Gembrong, sejarah pusat penjualan mainan fenomenal yang akan hilang akibat tol

Pasar Gembrong, sejarah pusat penjualan mainan fenomenal yang akan hilang akibat tol
Pasar Gembrong. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman
EKONOMI | 9 Januari 2018 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Puluhan anak-anak di temani orang tuanya tengah asik memilih dan memilah mainan di Pasar Gembrong. Panas terik matahari, tidak menyurutkan keceriannya untuk mencari mainan seperti boneka, pesawat terbang, kendaraan, pistol air, hingga kereta api di pasar yang berada di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.

Dikutip dari beberapa sumber, Pasar Gembrong awalnya bukanlah pusat mainan. Pada medio 60-an, pasar tersebut hanyalah pasar tradisional biasa yang menjajakan segala produk kebutuhan pokok.

Akibat tragedi kerusuhan akibat krisis ekonomi '98, para pedagang banyak yang mengungsi pergi. Setelah suasana mereda, pedagang yang bertahan kembali berdagang, namun, dengan produk anyar. Mainan.

nama Pasar Gembrong ditengarai diambil karena suasana pasar yang kerap ramai. Dalam bahasa sunda, gembrong memiliki arti dikerumuni.

Akibat ramainya transaksi di pasar ini menyebabkan kemacetan di sepanjang jalan Jenderal Basuki Rahmat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun merelokasi sebagian pedagang ke bangunan baru bernama Pasar Gembrong Cipinang Besar tak jauh dari lokasi lama. Akan tetapi tetap ada, pedagang yang memutuskan berjualan di pinggir jalan.

Pasar Gembrong memang bukan satu-satunya pusat mainan di Jakarta, akan tetapi, pasar ini menjadi incaran karena harganya produknya yang lebih murah. Terutama berkat mainan impor asal China.

"95 persen produk yang saya jual disini dari China," ujar satu orang pedagang mainan anak bernama Firman saat ditemui Merdeka.com.

Firman mengaku produk China yang dijualnya memiliki harga lebih murah dan kualitas yang lumayan bagus untuk dikoleksi anak-anak. Paling tidak setiap bulannya dia mengaku mendapatkan keuntungan mencapai Rp 35 juta per bulan. "Relatif murah dari mal," katanya.

Kadiman pemilik toko bernama SmToys menegaskan dirinya dapat terus mengepulkan asap dapurnya selama 5 tahun ini dari hasil produk China dagangannya. Dengan harga produk mainan China yang paling laku mulai Rp 15.000 hingga Rp 600.000.

Saat ini, Pasar Gembrong terancam berganti wajah menjadi tiang-tiang beton. Sebab, pemerintah berencana membangun akses jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di lokasi tersebut.

Pimpinan proyek PT Kresna Kusuma Dyandra Marga selaku pengelola Tol Becakayu, Ayuda Priyantoro, menegaskan proses negosiasi pembebasan lahan telah dimulai sejak tahun lalu. Di mana, kesepakatan berhasil dicapai sekitar September 2017.

Kemudian, sekitar akhir bulan November lalu, badan Pertanahan Nasional (BPN) bersama Kementerian PUPR telah melakukan pengukuran luas lahan yang akan dibebaskan. Dalam proses tersebut juga telah dibuat daftar nama warga yang akan membebaskan lahannya untuk proyek Tol Becakayu.

Lebih jauh, Ayuda mengungkapkan bahwa dalam proses pembebasan lahan tersebut berjalan lancar tanpa adanya penolakan dari warga. "Proses pembebasannya alhamdulillah lancar, jadi sudah kita kasih pengertian," ujarnya.

Pembayaran ganti rugi lahan kepada warga akan dilakukan akhir Maret tahun ini. Warga akan diberi tenggat waktu selama dua minggu usai pembayaran untuk segera angkat kaki dari kawasan tersebut.

"Kan kita ada proses penertiban dulu jadi kita beri kesempatan biasanya dua minggu setelah dibayar diberi kesempatan dua minggu untuk mengambil barang-barang yang jadi haknya dia, kalau lebih dari dua minggu ya kita bantu tertibkan."

Pembangunan jalan di kawasan Pasar Gembong rencananya akan dimulai pada April dan ditargetkan selesai akhir tahun ini.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan pihaknya tidak akan menelantarkan para pedagang. Untuk itu, dia akan berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dan Kementerian PUPR.

"Karena tentunya kita tidak ingin juga proyek infrastruktur itu mematikan lapangan pekerjaan dan perekonomian, khususnya di akar rumput," katanya.

Politisi Gerindra ini mengungkapkan, Pemprov DKI akan merelokasi para pedagang dari pasar itu. Harapannya agar warga dapat tetap berjualan. "Kita bisa berikan solusi relokasi, kita juga bisa buat penataan-penataan yang memastikan mereka juga lapangan pekerjaannya terselamatkan," ujarnya.

Salah seorang warga Jakarta, Rahmasari (30), mengatakan tidak mempermasalahkan jika Pasar Gembrong tiada. Sebab, harga produk di Pasar Gembrong sudah kalah murah dibanding toko daring (online).


Pemerintah Jokowi bakal bangun 7 bendungan di NTT
Begini kronologi Pasar Gembrong dicaplok proyek Tol Becakayu
Menko Luhut sambut niat Ratu Prabu bangun LRT Jakarta bisa tekan beban APBN
Potret Pasar Gembrong jelang digusur untuk Tol Becakayu
Syarat pemerintah agar LRT Ratu Prabu diberi lampu hijau dibangun di Jakarta
Lari pagi bareng Sandi Uno, Menteri Rini bahas kontribusi BUMN untuk bangun DKI
Menjajal kereta Bandara Soekarno-Hatta

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami